Dolar AS melemah terhadap USD/JPY Jepang dan EUR/USD pada Jumat pagi karena penurunan imbal hasil obligasi AS ke rekor terendah menghapus daya tarik mata uang terbesar bagi investor – suku bunga yang lebih tinggi.

Sementara disisi lain ketakutan yang meningkat atas dampak dari virus covid-19 telah mendorong harapan perubahan besar terhadap tingkat suku bunga AS karena pasar memprediksikan Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin untuk kedua kalinya dalam bulan ini, ungkap berita yang dilansir Reuters Jumat (06/03) pagi.

Penurunan imbal hasil obligasi AS menandai berkurangnya minat terhadap strategi trading forex yang paling populer secara global – pinjaman dengan suku bunga negatif dalam euro dan yen untuk membeli aset AS.

“Pasangan USD terpilih seperti EUR/USD berbalik karena perubahan dramatis dan menentukan ekspektasi tingkat suku bunga AS dan selisih terkait,” kata Alan Ruskin, kepala global strategi G10 FX di Deutsche Bank AG NA O.N. (DE:DBKGn).

“USD telah kehilangan satu-satunya sumber terpenting dari over-valuasinya,” tambahnya, memperingatkan ini bisa mengakhiri tren naik dolar yang telah berlangsung sejak pertengahan 2018.

Mata uang tunggal naik menjadi $1,1226 pada Jumat pagi setelah melonjak 0,9%.

Yen, euro dan franc Swiss didukung negara-negara yang memiliki surplus eksternal yang kuat, sementara Jepang memiliki keuntungan tambahan sebagai negara kreditor terbesar di dunia.

Source : investing.com