Kurs dolar Amerika Serikat (AS) meroket ke level tertinggi terhadap yen. Hal tersebut karena sentimen positif tentang front perdagangan Sino-AS mengangkat sentimen pasar.

Optimisme kesepakatan perdagangan yang akan dicapai untuk mengakhiri perang dagang AS-China meningkatkan selera risiko dan mengurangi permintaan obligasi safe-haven.

“Tampaknya sekarang ada alasan untuk optimis lagi setelah laporan China terbuka untuk memperketat aturan tentang kekayaan intelektual, dengan media pemerintah China mengklaim kesepakatan sekarang sudah dekat,” Analis Pasar Senior OANDA Craig Erlam, dikutip dari Reuters, Selasa (26/11/2019).

Perang Dagang AS-China

China dan Amerika Serikat sangat dekat dalam mencapai kesepakatan perdagangan untuk tahap pertama. Terhadap mata uang yen yang cenderung menguat di masa tekanan geopolitik atau finansial karena Jepang sebagai kreditor terbesar dunia, dolar menguat 0,28% lebih tinggi pada 108,94 yen. Ini capaian tertinggi dalam satu minggu.

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama, naik 0,09% pada 98,355. Dolar didukung berlanjutnya ketegangan terkait perdagangan mendorong investor untuk mendukung greenback. Investor memandang Amerika Serikat yang berada pada posisi yang cukup baik untuk menghadapi perang dagang yang besar seandainya ada.

Sementara itu, sterling naik kembali di atas USD1,29 pada hari Senin, meningkat jauh dari posisi terendah baru-baru ini, karena jajak pendapat terus menunjukkan Konservatif yang berkuasa sebagai favorit pelarian untuk memenangkan pemilihan 12 Desember dengan janji untuk mengimplementasikan Brexit.

Source : okezone.com