Dolar AS bergerak menguat terhadap yen USD/JPY pada Selasa (31/03). Pergerakan tersebut dipicu aksi beli dolar oleh investor dan perusahaan Jepang untuk menutupi kekurangan mata uang AS tersebut sebelum akhir tahun fiskal mereka, namun sentimen pasar masih tetap rapuh lantaran krisis virus global tidak menunjukkan tanda-tanda bakal mereda.

Menurut laporan Reuters Selasa (31/03) pagi, yuan Cina stabil cenderung naik pada perdagangan luar negeri tetapi bisa dipengaruhi oleh rilis data utama survei manufaktur hari ini. Data ini menjadi pertimbangan investor untuk menghitung beban ekonomi dampak negatif dari virus covid-19, yang pertama kali muncul di Cina akhir tahun lalu.

Pound melemah terhadap greenback GBP/USD dan euro dipicu oleh penurunan peringkat obligasi pemerintah yang terus membebani sterling, menggarisbawahi tekanan pada sektor keuangan publik dari stimulus fiskal besar-besaran yang sangat dibutuhkan.

Hari Selasa ini akan menjadi data perdagangan terakhir untuk tahun fiskal di Jepang dan akhir kuartal untuk investor besar di negara lain. Hal ini dapat menyebabkan beberapa perubahan yang fluktuatif karena para pemain besar di pasar mata uang menutup buku keuangannya.

Menurut data Investing.com pukul 09.17 WIB, USD/JPY menguat 0,69% di 108,55. Sebaliknya, yuan naik 0,19% di 7,1006 terhadap dolar AS. GBPUSD melemah 0,72% di 1,2327, EUR/GBP melaju 0,46% di 0,8936 dan EUR/USD turun 0,25% di 1,1018.

Di Indonesia, rupiah USD/IDR melemah tipis 0,03% di 16.330,0 lawan dolar AS.

Source : investing.com