Dolar AS menguat, harga minyak jatuh dan bursa saham pun melemah pada Senin (04/05) pagi akibat dipicu kembali meningkatnya ketegangan AS-Cina soal covid-19 sehingga membuat para investor terus waspada.

Volume perdagangan hari ini tipis lantaran bursa Cina dan Jepang libur menurut laporan Reuters Senin (04/05) pagi. Pada pukul 09.30 WIB menurut data Investing.com, Indeks dow berjangka di AS jatuh 1,04% di 2.792,38, Minyak Mentah WTI Berjangka anjlok 6,88% ke $18,42 per barel dan indeks Kospi di Korea Selatan anjlok 2% ke 1.908,62.

Namun US Dollar Index menguat 0,24% di 99,340.

Pergerakan ini melanjutkan tren negatif awal bulan pada Jumat lalu di mana rilis data ekonomi AS mengecewakan dan juga ancaman perang dagang baru antara dua perekonomian terbesar di dunia.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menambahkan nada kekhawatiran ke pasar pada hari Minggu ketika ia mengatakan ada “sejumlah bukti besar” bahwa covid-19 bermula dari laboratorium di Cina.

Pompeo tidak memberikan bukti, atau membantah kesimpulan badan intelijen AS bahwa virus itu bukan buatan manusia. Namun komentarnya menambah tekanan Washington terhadap Cina soal asal mula virus itu di tengah meningkatnya jumlah warga AS meninggal dan dampak kerusakan ekonomi.

Pukul 09.38 WIB, EUR/USD turun 0,31% di 1,0949 dan GBP/USD melemah 0,34% di 1,2459. USD/JPY turun 0,21% ke 106,71 dan USD/CNY stabil di 7,0622.

Di tanah air, rupiah USD/IDR bergerak melemah 1,15% ke 14.995,0 terhadap dolar AS.

Source : investing.com