© Reuters.

Dolar AS bergerak menguat pada Kamis (15/10) pagi di tengah meningkatnya meningkatnya jumlah kasus virus covid-19 dan adanya sedikit kemajuan menuju kesepakatan stimulus AS yang tampaknya meresahkan investor.

Indeks dolar AS naik tipis 0,04% di 93,405 menurut data Investing.com pukul 09.05 WIB. EUR/USD menguat tipis 0,05% ke 1,1752 dan GBP/USD naik 0,05% di 1,3018. USD/JPY naik tipis 0,07% di 105,23.

Adapun rupiah kembali melemah 0,26% di 14.717,5 per dolar AS sampai pukul 09.12 WIB.

Mengutip laporan Reuters Kamis (15/1) pagi, Prancis telah memberlakukan jam malam seiring melonjaknya jumlah kasus infeksi harian sehingga memicu kekhawatiran mengenai gelombang baru atas tindakan pembatasan di seluruh dunia di tengah memudarnya harapan atas ajuan anggaran stimulus di AS.

Pergerakan dolar juga terjadi di tengah rencana stimulus AS tampaknya macet.

“Menyelesaikan sesuatu sebelum pemilihan umum dan melaksanakannya akan sulit,” kata Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin pada hari Rabu, menambahkan bahwa ia dan Ketua DPR AS dari Partai Demokrat Nancy Pelosi masih “berjauhan” soal prioritas anggaran belanja.

Sterling pun bergerak menguat didorong tanda-tanda kemajuan perundingan Brexit setelah Uni Eropa dan Inggris akan melanjutkan perundingan Brexit melewati batas waktu pada pertengahan Oktober untuk mencoba menjembatani perbedaan besar yang mencegah tercapainya kesepakatan perdagangan baru, menurut sumber dan dokumen.

Source : id.investing.com