© Reuters.

Dolar Amerika Serikat beranjak naik pada Jumat (18/12) pagi tetapi ada di bawah level support utama dan akan mencatatkan minggu terburuknya dalam sebulan.

Indeks dolar AS menguat 0,15% di 89,877 menurut data Investing.com pukul 10.09 WIB. Sejauh ini, dolar AS telah turun 1,2% untuk sepekan dan telah jatuh 12,7% dari puncak tiga tahun di bulan Maret, jatuh ke 89,862, tepat di atas level terendah dua setengah tahun yang dicapai pada hari Kamis, di awal sesi. Hal tersebut terjadi lantaran investor beralih ke aset berisiko sepanjang minggu ini dan mendorong dolar AS ke posisi terendah multi tahun terhadap euro, pound, AUD, NZD, dan dolar Kanada.

Adapun rupiah bergerak melemah 0,21% di 14.115,0 per dolar AS hingga pukul 10.32 WIB (USD/IDR). Sedangkan mengutip catatan Warta Ekonomi Jumat (18/12) pagi, nilai tukar rupiah perkasa atas banyak mata uang di kisaran Rp14.100-an per dolar AS pada perdagangan spot Jumat, 18 Desember 2020. Dilansir dari RTI, rupiah tercatat sempat menguat hingga ke level terbaiknya di angka Rp14.100 per dolar AS.

Kinerja rupiah di hadapan mata uang regional juga tak bisa dianggap remeh. Pasalnya, kini rupiah menjadi mata uang terbaik kedua Asia setelah dolar Taiwan (-0,86%). Dengan kata lain, rupiah unggul terhadap won (0,93%), yen (0,60%), yuan (0,55%), ringgit (0,48%), baht (0,48%), dolar Singapura (0,45%), dan dolar Hong Kong (0,33%).

Berita tentang peluncuran vaksin, serta kemajuan perundingan perdagangan Brexit dan langkah-langkah stimulus terbaru di AS, selama seminggu terakhir hanya meningkatkan sentimen bearish, setelah posisi short dolar melonjak hingga tepat di bawah level tertinggi sembilan tahun selama minggu sebelumnya.

Namun, beberapa investor tetap pesimis tentang prospek dolar.

“Ini adalah kombinasi sempurna yang mengepung dolar saat ini,” kata ahli strategi mata uang senior National Australia Bank Rodrigo Catril kepada Reuters, dengan suku bunga AS rendah dan pengembalian yang lebih baik diharapkan berasal dari aset lain.

“Untuk saat ini, narasi pertumbuhan global dan perluasan pemulihan mendukung mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti AUD dan NZD, dan hal yang sama diharapkan terjadi pada tahun 2021,” katanya.

Pasangan USD/JPY menguat 0,28% ke 103,39 per pukul10.17 WIB. Bank of Japan (BOJ) akan mengumumkan keputusan kebijakannya hari ini dan diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya tetap stabil serta bakal mengumumkan kelanjutan paket langkah-langkah kebijakan yang bertujuan untuk meredakan ketegangan pendanaan perusahaan.

Pasangan AUD/USD turun 0,20% di 0,7606 dan NZD/USD melemah 0,21% ke 0,7133 setelah Selandia Baru merilis data pertumbuhan nasional yang lebih baik dari perkiraan. PDB negara ini tumbuh 14% kuartal ke kuartal selama kuartal III, melampaui pertumbuhan 13,5% menurut perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com dan kontraksi 11% yang dilaporkan untuk kuartal II.

Beberapa investor tetap optimis karena NZD mencatat pertumbuhan minggu kedelapan berturut-turut, kenaikan mingguan terpanjang dalam tiga tahun.

“Jika kita mendapatkan kesepakatan fiskal AS dan kesepakatan Brexit sebelum Natal, tidak akan ada yang menghentikan NZD,” kata analis ANZ dalam catatan.

Pasangan USD/CNY naik 0,12% di 6,5397.

Pasangan GBP/USD melemah 0,35% di 1,3535 dan EUR/USD turun 0,14% di 1,2249 hingga pukul 10.27 WIB. Inggris dan Uni Eropa menyatakan keraguan bahwa kesepakatan dapat dicapai untuk kesepakatan perdagangan pasca-Brexit. Namun, beberapa investor berspekulasi bahwa peringatan itu hanya akan mengarah kepada kesepakatan.

Source : id.investing.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *