Dolar AS Naik Terbatas, Kegelisahan Omicron Terus Surut

Dolar Amerika Serikat beranjak naik pada Kamis (09/12) petang, bahkan di saat kegelisahan varian baru omicron COVID-19 berkurang.

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya masih naik tipis 0,11% di 95,983 menurut data Investing.com pukul 13.35 WIB.

Pasangan USD/JPY turun tipis 0,03% ke 113,63.

Rupiah bergerak turun 0,05% di 14.362,5 melawan dolar AS hingga pukul 13.44 WIB.

Pasangan AUD/USD dan NZD/USD menguat lebih 0,18%.

Pasangan USD/CNY naik tipis 0,01% di 6,3440, setelah data China menunjukkan indeks harga konsumen (IHK) tumbuh 2,3% tahun ke tahun dan 0,4% bulan ke bulan pada November. Indeks harga produsen tumbuh 12,9% YoY.

Pasangan GBP/USD naik tipis 0,05% di 1,3215 pukul 13.39 WIB.

Penemuan Omicron menggoyahkan pasar akhir ini dan mendorong investor menuju aset safe haven. Namun, ketakutan ini mereda dan meningkatkan minat risiko investor.

Data awal menunjukkan vaksin COVID-19 buatan BioNTech SE (F:22UAy) dan Pfizer Inc. (NYSE:PFE) bisa menetralkan omicron.

“Ini sangat tergantung oleh perkembangan virus di pasar FX, dan saya pikir kita akan terjebak dengan ini untuk sementara waktu. Risiko utama yang terkait dengan Omicron sangat tinggi, sangat membingungkan, dan membuat pergerakan intraday cukup fluktuatif,” kepala riset FX global HSBC Paul Mackel mengatakan kepada Reuters.

Contohnya adalah pound, yang jatuh ke level terendah satu tahun pada hari Rabu. Perdana Menteri Boris Johnson memperkenalkan pembatasan COVID-19 yang lebih ketat di Inggris, termasuk bekerja dari rumah, mengenakan masker di tempat umum, dan menggunakan izin masuk vaksin.

Sementara itu, Federal Reserve AS akan mengumumkan keputusan kebijakannya minggu depan, di mana ia diharapkan akan mempercepat program pengurangan asetnya. European Central Bank dan Bank of England juga akan merilis keputusan kebijakannya.

Bank of Canada mempertahankan suku bunga overnight tidak berubah sebesar 0,25% dan mempertahankan proyeksi kenaikan suku bunga pertama dapat segera dilakukan setelah April 2022.

Dalam cryptocurrency, eksekutif utama dari enam perusahaan cryptocurrency besar, termasuk Coinbase (NASDAQ:COIN) dan Circle, meminta Kongres AS untuk memberikan aturan yang lebih jelas bagi industri senilai $3 triliun yang tengah booming tersebut.

Source : id.investing.com