Dolar Amerika Serikat naik terhadap mata uang berisiko dan yen pun lanjut menguat pada Kamis (11/06) pagi seiring prospek ekonomi AS suram menakutkan bagi investor.

Mengutip Reuters Kamis (11/06) pagi, langkah tersebut menahan penurunan awal greenback setelah sikap kebijakan Fed, memproyeksikan tingkat suku bunga mendekati nol selama bertahun-tahun, bahkan lebih akomodatif dari ekspektasi sebelumnya.

US Dollar Index naik tipis 0,08% ke 96,023 pukul 09.19 WIB menurut data Investing.com. AUD/USD melemah 0,26% di 0,6978 dan NZD/USD turun 0,11% ke 0,6531.

Dari tanah air, rupiah USD/IDR menguat 0,55% di 13.902,5 hingga pukul 09.19 WIB. 

Sedangkan EUR/USD naik 0,16% di 1,1388 dan GBP/USD turun 0,04% di 1,2741 pukul 09.26 WIB. USD/JPY melemah 0,08% ke 107,00.

Para pengambil kebijakan Fed memproyeksikan ekonomi AS menyusut 6,5% tahun ini dan tingkat pengangguran menjadi 9,3% pada akhir tahun.

“Ini jalan yang panjang,” kata Ketua Fed Jerome Powell melalui siaran video pada dini hari tadi.

“Kami dapat menggunakan alat kami untuk mendukung pasar tenaga kerja dan ekonomi, dan kami dapat menggunakannya sampai sepenuhnya pulih,” katanya.

Itu merupakan pandangan yang lebih suram daripada yang banyak diantisipasi pasar condong dalam beberapa hari terakhir dan memicu investor keluar dari saham-saham, menjauh dari mata uang berisiko dan kembali ke obligasi dan dolar.

Source : investing.com