Dolar AS Naik Tipis Ditengah Harapan Pemulihan Ekonomi

Dolar Amerika Serikat bergerak naik tipis pada Kamis (01/04) pagi tetapi masih mendekati level tertinggi multi bulan meski investor berspekulasi pada berlanjutnya pertumbuhan ekonomi AS yang lebih cepat lantaran ditopang langkah-langkah stimulus fiskal dan lebih banyak warga Amerika yang mendapat vaksinasi COVID-19.

Indeks dolar AS bergerak naik tipis 0,01% ke 93,243 pukul 10.37 WIB menurut data Investing.com setelah mencapai level tertinggi lima bulan di 93,43 selama sesi sebelumnya.

Rupiah terus beranjak melemah 0,32% ke 14.567,0 per dolar AS pukul 10.36 WIB.

Pasangan USD/JPY turun tipis 0,09% ke 110,60. Tankan large manufacturer index Jepang berada di posisi 5 untuk kuartal I tahun 2021, di atas -15 menurut perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com dan pembacaan -10 pada kuartal IV tahun 2020. Indeks non-produsen besar Tankan juga melampui estimasi, pembacaan -1 dibandingkan -5 dalam perkiraan Investing.com dan kuartal IV tahun 2020.

Adapun AUD/USD melemah 0,26% ke 0,7577 pukul 10.21 WIB dan NZD/USD turun 0,17% di 0,6971.

USD/CNY menguat 0,21% ke 6,5656 pukul 10.24 WIB. China merilis Caixin Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) yang mengecewakan sebelumnya, yang menunjukkan 50,6 untuk bulan Maret.

Pasangan GBP/USD naik tipis 0,05% ke 1,3787. EUR/USD turun tipis 0,01%di 1,1727 setelah mencapai level terendah hampir lima bulan di $1,1704 karena Eropa terus menangani gelombang ketiga kasus COVID-19 dan program vaksinasinya tertinggal di belakang AS.

Kembali di Asia, greenback bertahan kuat terhadap yen setelah naik ke level 110,97, level tertinggi dalam setahun, pada hari Rabu.

“Kenaikan imbal hasil obligasi AS di tengah harapan peluncuran vaksin dan stimulus fiskal meningkatkan dolar, karena dolar/yen dikenal sangat sensitif terhadap perbedaan suku bunga,” kata kepala ahli strategi FX Nomura Securities Yujiro Goto kepada Reuters.

Beberapa investor bertanya-tanya apakah arus yang terkait dengan akuisisi konglomerasi Hitachi (OTC:HTHIY) Ltd. (T:6501) senilai $9,6 miliar terhadap perusahaan perangkat lunak AS GlobalLogic Inc. pada hari Rabu berada di belakang kenaikan dolar yang sempat terjadi baru-baru ini.

“Penjualan yen karena investasi langsung asing perusahaan Jepang datang kembali setelah perlambatan akibat COVID-19 tahun lalu,” tambah Goto.

Di AS, Presiden Joe Biden memaparkan rincian dari rencana kerja senilai $2 triliun, termasuk $621 miliar untuk membangun kembali infrastruktur dan selain paket stimulus $1,9 triliun yang ditandatangani menjadi undang-undang di awal tahun. Namun, perbedaan pendapat di Kongres AS mengenai detail rencana tersebut dapat menyebabkan pertentangan sengit.

Namun, ketidakpastian tentang bagaimana rencana tersebut akan berakhir tetap ada, dengan reaksi pasar langsung dijaga seminimal mungkin.

Perdagangan diperkirakan akan sepi selama beberapa hari ke depan karena liburan Paskah. Namun, data ekonomi AS yang positif, termasuk PMI Manufaktur ISM yang akan dirilis nanti, bisa berarti kenaikan lebih lanjut untuk dolar.

Source : id.investing.com