Dolar AS kembali pulih dari level terendah sebelumnya yang disebabkan oleh serangan merusak pesawat tanpa awak terhadap instalasi minyak Arab Saudi.

Harga minyak melonjak setelah serangan itu yang melumpuhkan hampir 5% dari produksi minyak global, sehingga mendorong kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Pemerintah AS menyalahkan Iran atas serangan itu, yang kemudian dibantah negara tersebut.

Mata uang yang terkait dengan harga minyak naik setelah berita, dengan USD/CAD melemah 0,2% ke 1,3254 pada pukul 10:37 ET (14:37 GMT), dan krone Norwegia melonjak ke 8,9633 terhadap dolar.

Yen Jepang, yang dianggap sebagai aset safe haven di saat terjadi gejolak pasar, naik dengan kejatuhan USD/JPY sebesar 0,2% ke 107,89. Indeks dolar AS melaju 0,3% menjadi 98,140, ​​setelah mencapai tingkat terendah pada level 97,655.

Di tempat lain, sterling jatuh setelah Perdana Menteri Luksemburg Xavier Bettel mengatakan ia hanya akan menunda batas waktu Brexit jika hal tersebut mempunyai tujuan. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson diperkirakan akan meminta perpanjangan waktu kepada Uni Eropa, tetapi blok negara tersebut meminta suara bulat atas batas waktu yang diperpanjang.

GBP/USD merosot 0,6% ke 1,2420, sementara euro turun, dengan EUR/USD jatuh 0,5% menjadi 1,1012.

Source : investing.com