Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap euro pada perdagangan Kamis waktu setempat, setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga acuannya. Selain itu, menanti kebijakan Gubernur baru Christine Lagarde mendefinisikan tujuan utama ECB dan bagaimana mencapainya.

“ECB memutuskan tidak ada kebijakan yang berubah pada pertemuan hari ini. ECB berpendapat bahwa seluruh situasi tidak membuat tingkat suku bunga negatif. Tapi Bank Sentral tetap siap untuk menyesuaikan semua tindakan jika perlu keseimbangan,” ujar Direktur Action Economics Natascha Gewaltig, dilansir dari Reuters, Jumat (24/2/2020).

Bank sentral euro telah gagal mencapai target inflasi di bawah 2% selama bertahun-tahun. Bahkan sejak kepemimpinan pendahulu Lagarde seperti Mario Draghi yang meluncurkan langkah-langkah stimulus semakin agresif.

Euro melemah 0,32% terhadap greenback (sebutan untuk dolar) menjadi USD1,1055. Sedangkan Yen Jepang menguat dan yuan China jatuh ke level terendah dallam dua minggu terakhir karena investor semakin cemas tentang penyebaran virus di China.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan terlalu dini untuk menyatakan virus korona sebagai darurat kesehatan global. Padahal China menempatkan jutaan orang di Kuncian di tengah wabah yang telah menewaskan 18 orang dan menginfeksi lebih dari 630 jiwa.

Sementara itu, Sterling turun 0,19% karena data minggu ini mengurangi ekspektasi pasar dari penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Bank of England minggu depan.

Source : okezone.com