© Reuters.

Dolar Amerika Serikat beranjak turun pada Jumat (16/10) pagi dipicu terus meningkatnya jumlah kasus baru covid-19 dan terhambatnya kemajuan paket stimulus AS.

Indeks dolar turun tipis 0,06% di 93,812 menurut data Investing.com pukul 09.18 WIB. EUR/USD juga sedikit melemah 0,01% di 1,1705 dan GBP/USD turun 0,18% di 1,2891. USD/JPY turun 0,18% di 105,26.

Adapun rupiah kembali melemah 0,14% di 14.720,0 per dolar AS sampai pukul 09.12 WIB.

Diberitakan Reuters Jumat (16/10) pagi, pergerakan mata uang ini muncul kala pemerintahan Inggris dan Eropa kembali menerapkan pembatasan baru untuk mengendalikan penyebaran covid-19.

Amerika Serikat juga tengah berjuang melawan rekor lonjakan kasus baru karena cuaca yang semakin dingin. Pihak berwenang pun mendirikan rumah sakit lapangan di pinggiran Kota Milwaukee, Wisconsin jika pasien di rumah sakit mengalami lonjakan.

“Pasar takut perlambatan aktivitas karena kasus virus baru meningkat,” kata analis bank ANZ Susan Kilsby dan David Croy dalam catatan.

“Pelemahan terlihat jelas terjadi di mana-mana di seluruh Eropa, yang merupakan pukulan 

Kekhawatiran pembatasan mendorong aksi jual datang seiring memudarnya harapan stimulus AS disetujui sebelum pemilu 3 November.

Sementara itu klaim pengangguran mingguan AS naik lebih besar dari estimasi dan mencapai tingkat tertinggi dua bulan minggu pada lalu. Hal ini meningkatkan kekhawatiran pandemi memberikan dampak kerusakan permanen bagi pasar tenaga kerja. Sekitar 25 juta warga Amerika mendapat tunjangan pengangguran.

Rencana stimulus berjalan macet di tengah negosiasi antara Gedung Putih, Senat Partai Republik, dan DPR Partai Demokrat AS.

Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia bersedia untuk menaikkan tawarannya sebesar $1,8 triliun untuk kesepakatan bantuan covid-19, tetapi gagasan itu ditolak oleh Pemimpin Mayoritas Senat Republik Mitch McConnell.

Source : id.investing.com