Dolar Amerika Serikat turun tipis pada Kamis (18/06) pagi di tengah kekhawatiran meningkatnya kasus covid-19 yang mendukung permintaan safe haven atas mata uang AS tersebut.

Diberitakan Reuters Kamis (18/06), pound Inggris melemah jelang pertemuan Bank of England di mana para pengambil kebijakan diharapkan akan memperluas pelonggaran kuantitatif dalam menghadapi perekonomian yang lemah dan negosiasi perdagangan yang sulit dengan Uni Eropa.

Lonjakan kasus covid-19 di beberapa negara bagian AS dan pemberlakuan pembatasan perjalanan di Beijing untuk menghentikan wabah telah menjadi pengingat bahwa pandemi dapat menjadi hambatan besar bagi pertumbuhan ekonomi global.

Pukul 09.20 WIB, US Dollar Index turun tipis 0,02% ke 97,123 menurut data Investing.com. GBP/USD melemah 0,16% di 1,2534 dan EUR/USD turun 0,05% ke 1,1238. USD/JPY melemah 0,16% di 106,83.

Lonjakan infeksi virus dan jumlah pasien rawat inap di beberapa negara bagian Amerika Serikat selama dua minggu terakhir menunjukkan tren yang mengkhawatirkan karena kasus-kasus telah turun selama lebih dari sebulan.

Ibukota Cina telah membatalkan sejumlah jadwal penerbangan dan memblokir beberapa wilayah untuk mengendalikan wabah covid-19 yang telah mendorong kekhawatiran penularan yang lebih luas.

Situasi di Amerika Serikat dan Cina telah menimbulkan kekhawatiran baru mengenai risiko pembukaan kembali kegiatan ekonomi sebelum vaksin dikembangkan.

Source : investing.com