Dolar AS Turun Yield Obligasi Naik, Euro Menguat Ditopang Optimisme Vaksin

Dolar Amerika Serikat lanjut turun pada Selasa (20/04) petang, bertahan di dekat level terendah enam minggu seiring kenaikan euro yang didukung peluncuran vaksin COVID-19 yang berlanjut.

Indeks dolar AS turun tipis 0,05% di 91,000 pukul 13.26 WIB menurut data Investing.com.

Pasangan USD/JPY naik 0,13% di 108,30. AUD/USD naik 0,55% di 0,7800 setelah mencapai level tertinggi satu bulan di 0,7784 pada hari Senin usai Reserve Bank of Australia {{ecl- 391||merilis risalah dari pertemuan kebijakan terbaru}} sebelumnya. Di seberang Laut Tasman, pasangan NZD/USD menguat 0,43% di 0,7211 pukul 13.30 WIB.

Adapun USD/CNY turun 0,18% di 6,4969 dan GBP/USD naik tipis 0,03% di 1,3988.

Di Indonesia, rupiah terus bergerak menguat 0,28% di 14.505,0 hingga pukul 13.36 WIB.

Dolar AS telah kehilangan daya tarik karena imbal hasil obligasi AS telah bergerak di bawah level puncak 14 bulan yang disentuh bulan lalu, dan ini mengurangi daya tarik imbal hasil greenback.

EUR/USD naik 0,14% di 1,2050 pukul 13.32 WIB setelah menyentuh tertinggi enam minggu di $1,2048 pada hari Senin sementara pound Inggris naik 1% sebelumnya, kenaikan harian terbesar kedua sepanjang tahun ini, dan terakhir berdiri di $ 1,3989.

Beberapa investor mengatakan dukungan untuk euro kemungkinan datang dari pengumuman bahwa European Union telah mendapatkan tambahan 100 juta dosis vaksin COVID-19 dari BioNTech SE (F:22UAy) dan Pfizer Inc. (NYSE:PFE).

“Eropa benar-benar wilayah utama yang akan mengalami percepatan vaksinasi pada kuartal ini. Dan di tahun ini, kita akan melihat percepatan vaksinasi, secara luas, di ekonomi pasar berkembang,” wakil kepala strategi valuta asing Goldman Sachs (NYSE:GS) Zach Pandl mengatakan kepada Reuters.

“AS berada di depan kurva pada kuartal pertama, tetapi negara lain akan segera menyusul,” tambahnya.

Penurunan greenback membalikkan peristiwa tiga bulan pertama tahun 2021 ketika dolar menguat karena meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun mencapai level terendah satu bulan di 1,529% selama seminggu. Meskipun naik hingga 1,605% pada hari Senin, level itu di bawah puncak Maret 2021 di 1,776%, ketika investor berspekulasi Federal Reserve AS dapat mengubah kebijakan dovishnya.

Pukul 13.29 WIB, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kian naik 1,36% di 1,6207.

“Salah satu perkembangan yang mungkin paling penting di pasar makro selama sebulan terakhir adalah stabilitas nilai tukar AS. Itu juga membuka ruang bagi pelemahan dolar terhadap sejumlah besar mata uang,” kata Pandl dari Goldman.

Dalam cryptocurrency, bitcoin terus anjlok 4,70% di $54,596.8 pukul 13.36 WIB setelah empat hari berturut-turut mengalami kerugian.

Source : id.investing.com