© Reuters.

Harga emas naik pada Senin pagi di Asia, mencapai rekor tertinggi dan melanjutkan pergerakan menuju level $ 2.000.

Gold futures naik 0,20% menjadi $ 1,977.80 pada 09:23 WIB.

Emas telah mendapat dukungan suku bunga rendah, dan juga ditengah dolar yang ada pada posisi terendah dua tahun dan ketidakpastian apakah Kongres AS akan dapat mengesahkan RUU stimulus baru COVID.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve AS mengumumkan minggu lalu bahwa suku bunga akan tetap stabil mendekati nol untuk masa mendatang karena negara ini masih jauh dari pemulihan dari pandemi COVID-19. Suku bunga rendah mendukung emas, dengan membuatnya lebih menarik bagi investor.

Dolar AS naik pada Senin pagi, tetapi tetap lemah dan kelemahannya menguntungkan emas.

Kurangnya kemajuan di AS menuju RUU COVID baru juga mengkhawatirkan investor, menurunkan selera risiko mereka dan mendorong mereka menuju logam kuning safe-haven. Menurut Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer, pembicaraan pada hari Sabtu produktif, tetapi “kami belum selesai”.

Para ahli telah menunjuk RUU stimulus sebagai faktor besar untuk emas terus bergerak menuju level $ 2.000.

“Untuk emas, itu akan tergantung pada seberapa banyak stimulus diberikan. Jika mereka mulai mengurangi stimulus, maka ada kemungkinan nyata emas sedikit melunak. Jika mereka meningkatkannya dan terus mencetak uang, maka emas akan bergerak lebih tinggi, ”kata broker komoditas senior RJO Futures Daniel Pavilonis kepada Kitco.

Kontrak emas berpindah dari Agustus ke kontrak Oktober.

Source : id.investing.com