Harga emas naik tipis Selasa (09/06) pagi didukung oleh pelemahan dolar AS, namun masoh dilanda kehati-hatian menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve AS yang dimulai hari ini dan berakhir Rabu besok, mengutip berita yang dilansir Reuters..

Berdasarkan data investing.com Pukul 11.00 WIB, emas spot XAU/USD naik 0,1% ke level $ 1,695.48 per ons dan Emas Berjangka AS turun 0,23% menjadi $ 1,701,35 per ons.

“Mengingat antusiasme terhadap risiko dan pertumbuhan aset yang terbuka, kita bisa melihat tekanan terhadap emas meningkat, tetapi di sisi lain dolar AS yang lebih lemah justru menjadi pendukungnya,” kata Michael McCarthy, kepala strategi di CMC Markets.

Dolar AS turun di dekat level terendah tiga bulan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Fokus investor sekarang pada pertemuan dua hari kebijakan moneter bank sentral AS, yang dimulai hari ini, untuk mendapatkan panduan ke depan karena ekonomi secara bertahap mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Para trader menghentikan penetapan harga untuk mengantisipasi kemungkinan tarif negatif di Amerika Serikat, menyusul laporan ketenagakerjaan yang sangat kuat pada Jumat lalu.

Membatasi kenaikan emas, pelaku pasar menyukai aset berisiko karena kepercayaan pada pemulihan ekonomi mendorong benchmark Nasdaq ke rekor tertinggi. Saham Asia juga bersiap untuk naik.

“Logam kuning berada pada tren turun yang cukup stabil, kemungkinan besar di belakang pergerakan besar di pasar ekuitas selama beberapa minggu terakhir,” kata Stephen Innes, kepala strategi pasar keuangan perusahaan jasa AxiCorp, dalam sebuah catatan.

Di antara logam mulia lainnya, Perak Berjangka turun 1,6% menjadi $ 17,57 per ons, Palladium Berjangka turun 0,5% menjadi $ 2,013,41, sementara Platinum Berjangka naik 0,1% lebih tinggi menjadi $ 833,35.

Source : investing.com