Nyaris serentak perekonomian “kembali dibuka” di seluruh dunia mendorong investor berminat lagi terhadap aset berisiko yang hilang selama pandemi covid-19. Bursa saham pun beranjak naik, ini juga berarti kenaikan emas dan aset safe haven lainnya terbatas untuk saat ini.

Emas berjangka di AS untuk bulan Juni naik tipis 0,01% di $1.710,80 per ons pukul 11.03 WIB menurut data Investing.com dan XAU/USD turun 0,23% di $1.701,95 di mana negara-negara mulai dari India ke Thailand hingga Italia dan Amerika Serikat kembali dibuka bertahap.

Indeks Hang Seng menguat 0,53% di 23.994,00 pukul 11.07 WIB dan indeks Kospi naik 0,98% ke 1.913,90.

“Setelah arus masuk ke ETF emas selama 25 hari ini, hari ini pasar jeda dengan menunggu dan melihat bagaimana rencana pembukaan kembali bekerja,” kata George Gero, analis logam mulia di RBC Wealth Management di New York.

Tetapi Gero juga mengatakan belum saatnya untuk membuang posisi buy di emas. Jauh dari itu, banjir dalam pengeluaran stimulus di seluruh dunia membuat logam kuning taruhan kunci inflasi dan lindung nilai keselamatan, katanya.

“Datangnya berita utama politik dan ekonomi harusnya mendukung emas di mana $1.800 menjadi level minat berikutnya melewati musim panas ini,” tambahnya. “Cari pergerakan harga emas stabil dengan tren penurunan sesekali akan terus berlanjut karena trader fokus pada pertemuan The Fed dan bank sentral lain.”

TD Securities setuju dengan pandangan itu.

“Membedakan hutan dari pohon, kami berpendapat bahwa permintaan investasi akan terus mengalir ke emas ketika pemodal berusaha melindungi diri dari tingkat suku bunga riil negatif,” ungkap pialang bank Kanada itu, menambahkan bahwa prospek “sinyal teknikal positif untuk emas, yang mendukung kenaikannya lebih lanjut.”

Source : investing.com