Emas bertahan di atas level kunci $1.700 per ons pada Senin (11/05) di tengah kegelisahan gelombang baru infeksi coronavirus di beberapa negara memberi dukungan bagi logam safe haven ini kendati ekuitas pun bergerak menguat.

Harga Emas Berjangka turun 0,23% ke $1.709,95 per ons menurut data Investing.com pukul 10.45 WIB dan emas spot XAU/USD naik 0,27% di $1.708,04 per ons.

Di tanah air hingga pukul 08.54 WIB Senin pagi ini, harga emas Antam (JK:ANTM) per gram turun Rp7.000 dari Jumat pekan lalu menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia. Pada Jumat silam emas Antam mencapai harga Rp 918.000 dan harga terakhir kini turun ke Rp 911.000.

Diberitakan CNBC Senin (11/05) pagi, bursa saham beranjak menguat didorong optimisme banyak negara memulai kembali perekonomiannya, meski masih ada laporan kenaikan kasus covid-19. Indeks S&P 500 Berjangka naik 0,47% di 2.942,12 dan indeks Nikkei menguat 1,40% ke 20.462,00.

Pihak otoritas Cina melaporkan pada hari Minggu (10/05) adanya wilayah yang kemungkinan bisa menjadi awal dari gelombang baru kasus covid-19 di wilayah timur laut Cina dan satu kota di Provinsi Jilin diklasifikasi ulang sebagai wilayah berisiko tinggi dan berada di puncak sistem zonasi tingkat tiga.

Korea Selatan memperingatkan gelombang kedua dari covid-19 pada hari Minggu, sementara infeksi baru juga mengalami peningkatan lagi di Jerman hanya beberapa hari setelah para pemimpinnya melonggarkan pembatasan sosial.

Mengejutkan lagi, ekonomi AS kehilangan 20,5 juta pekerjaan pada bulan April, penurunan paling tajam gaji pekerja sejak terjadi Depresi Besar, data menunjukkan. Hal ini jelas merupakan tragedi ekonomi dan manusia yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19.

Source : investing.com