Euro bertahan stabil terhadap dolar AS pada Selasa pagi, di tengah ekspektasi pelonggaran moneter yang digerakkan oleh virus covid-19 di Amerika Serikat akan lebih dalam dari tindakan serupa yang dilakukan di Eropa.

Baik Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell dan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde telah mengisyaratkannya dalam beberapa hari terakhir, ungkap berita yang dilansir Reuters Selasa (03/03).

Tetapi dengan tingkat refinancing benchmark ECB pada 0% dan kisaran Fed funds rate antara 1,5% dan 1,75%, The Fed sendiri masih memiliki lebih banyak ruang untuk bermanuver.

USD/EUR naik ke level $1.1185 semalam, tertinggi sejak awal Januari sementara dolar merosot ke level terendah enam minggu terhadap enam mata uang utama.

“Pasar melihat kerentanan dan menilai The Fed kemungkinan dalam rapat 18 Maret dan melakukan pemangkasan 50 basis poin,” kata Chris Weston, kepala penelitian di pialang Pepperstone, dalam sebuah catatan.

Euro ditutup $ 1,1129 dan US Dollar Index di level 97,544, tetapi pergerakan dibatasi karena para pedagang menunggu untuk melihat apakah bank sentral dapat memenuhi harapan.

USD/JPY Jepang stabil di 108,26 per dolar. Pound Inggris naik ke $1.2767.

Source : investing.com