Harga emas berjangka terus turun pada Rabu (12/08) petang ditekan oleh penguatan indeks dolar Amerika Serikat yang memaksa investor komoditas ini meninjau kembali posisinya pasca memecahkan rekor sebelumnya.

Harga emas turun 1,10% di $1.924,80 per ons sampai pukul 13.56 WIB, tapi XAU/USD malah naik 0,27% ke $1.917,20 menurut data Investing.com.

“Sepertinya ada tren keluar dari pasar emas,” dengan harga berpotensi menguji level support di kisaran $1.800, kata analis IG Markets Kyle Rodda.

Mengutip laporan dari Reuters Rabu (12/08) petang, emas mengalami penurunan harian terbesarnya selama lebih dari tujuh tahun pada hari Selasa karena kenaikan dolar Amerika Serikat. Namun, ketidakpastian seputar kesepakatan stimulus Amerika Serikat membebani pergerakan aset berisiko pada hari Rabu.

Keuntungan emas batangan untuk tahun ini sekarang mencapai sekitar 25% didorong pembelian investor yang menganggap logam kuning sebagai aset lindung nilai terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan kekhawatiran pelemahan nilai mata uang karena kebijakan stimulus ekonomi bank sentral global untuk meredakan dampak dari pandemi virus.

Kebijakan bank sentral kemungkinan akan tetap “longgar untuk masa mendatang” maka emas bisa bergerak kembali ke $2.000, kata Analis ING, Warren Patterson.

Source : id.investing.com