© Reuters.

Harga emas kembali naik pada Senin (27/07) pagi dipicu ketegangan AS-Cina dan pelemahan dolar Amerika Serikat. Ekspektasi kebijakan stimulus untuk menghidupkan kembali ekonomi terdampak pandemi covid-19 juga menambah daya tarik logam kuning sebagai lindung nilai inflasi.

Harga emas berjangka menguat 1,50% ke $1.925,95 per ons pukul 09.52 WIB dan XAU/USD naik 1,45% ke $1.928,72 menurut data Investing.com. Sedangkan indeks dolar AS melemah 0,53% di 93,877.

Diberitakan Reuters Senin (27/07) pagi, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo kembali menekan Cina dengan mengatakan Washington dan negara sekutunya harus menggunakan “banyak cara-cara kreatif dan tegas” untuk menekan Partai Komunis Cina agar dapat mengubah cara berdiplomasi.

Gedung Putih dan Senat Republik telah mencapai “persetujuan prinsip” soal RUU bantuan covid-19 berikutnya, Pejabat Gedung Putih mengatakan pada hari Minggu.

Emas cenderung mendapat dorongan positif dari langkah-langkah stimulus luas

bank sentral karena dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Lebih dari 16,13 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh coronavirus baru secara global dan 644.836 miliki meninggal, menurut data laporan.

Sementara itu dari tanah air, sampai pukul 08.25 WIB Senin pagi ini harga emas Antam (JK:ANTM) per gram naik Rp8.000 dari hari Minggu menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia. Sebelumnya, harga emas Antam mencapai Rp989.000 dan harga terakhir kini naik ke Rp997.000.

Source : id.investing.com