Harga Emas Kian Naik, Berlanjutnya Dampak COVID-19 Kurangi Minat Risiko

Harga emas kian naik pada Senin (23/08) pagi di Asia dan dolar AS tetap di dekat level tertinggi multi bulan. Namun, kekhawatiran yang terus berlanjut atas penyebaran COVID-19 global dan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi membuat investor beralih ke logam kuning.

Harga emas berjangka naik 0,31% di $1.789,55 per troy ons pukul 11.55 WIB menurut data Investing.com. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, lanjut turun 0,20% di 93,325 tetapi masih mendekati level tertinggi sembilan setengah bulan selama minggu lalu.

Investor sekarang memantau simposium Jackson Hole Federal Reserve AS, yang akan berlangsung antara 26 Agustus dan 28 Agustus, untuk mendapatkan petunjuk tentang kerangka waktu bank sentral untuk melakukan pengurangan aset dan mengambil tindakan atas suku bunga.

Menjelang simposium, Presiden Fed Dallas Robert Kaplan, yang merupakan salah satu pejabat Fed yang paling mendukung untuk segera memulai pengurangan aset, mengatakan bahwa ia kemungkinan perlu menyesuaikan dukungan tersebut jika penyebaran Varian Delta COVID-19 berdampak pada pemulihan ekonomi.

Bank of Korea juga akan merilis keputusan kebijakan terbaru pada hari Kamis.

Hub utama di Asia mencatatkan permintaan emas fisik melambat selama seminggu terakhir karena rebound harga domestik dan jeda musiman.

Kepemilikan SPDR Gold Trust (P:GLD) turun 0,3% menjadi 1.011,61 ton, katanya pada hari Jumat. Sementara itu, data Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka (CFTC) AS menunjukkan spekulan menaikkan posisi beli bersihnya untuk emas COMEX di pekan yang berakhir 17 Agustus dan memangkas posisi beli bersih di perak.

Perak naik 0,28% di 23,177 dan palladium melonjak naik 2,23% di 2.316,00 setelah mencapai level terendah lebih dari lima bulan di $2,267,65 di awal sesi. Platinum melonjak 1,74% ke 1.008,65 pukul 12.02 WIB.

Source : id.investing.com