Harga Emas Kian Turun Seiring Penguatan Dolar AS & Minat Aset Risiko

Harga emas kian turun pada Kamis (22/07) petang, tetap mendekati level terendah satu minggu. Penguatan dolar AS dan meningkatnya selera risiko di tengah kekhawatiran atas lonjakan kasus COVID-19 yang mereda, keduanya mengurangi daya tarik logam kuning bagi investor.

Harga emas berjangka terus turun 0,29% di $1.798,15 per troy ons pukul 13.10 WIB menurut data Investing.com setelah mencapai level terendah sejak 12 Juli selama sesi sebelumnya. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, naik tipis 0,03% di 92,787.

Saham-saham global juga mencatatkan kenaikan karena investor tampaknya mengabaikan kekhawatiran tentang meningkatnya jumlah kasus COVID-19 yang melibatkan varian Delta dan tekanan inflasi.

“Harga emas berada di bawah tekanan lantaran dolar sekarang bergerak di sekitar titik tertinggi tiga bulan dan Wall Street rebound untuk hari kedua yang berarti bahwa trader mengabaikan kekhawatiran COVID-19 dan kembali ke perdagangan reflasi,” ahli strategi DailyFX Margaret Yang mengatakan kepada Reuters.

Investor sekarang menunggu keputusan kebijakan European Central Bank (ECB) hari ini, di mana bank sentral ini diperkirakan akan mempertahankan sikap dovish dan menerapkan perubahan dalam strateginya untuk pertama kalinya.

“ECB secara luas diperkirakan akan tetap dovish, jadi ini dapat menyebabkan euro melemah terhadap dolar yang menyebabkan greenback naik, yang akan negatif untuk emas. Untuk saat ini, momentum jangka pendek emas tampaknya condong ke bawah,” kata Yang.

Bank Indonesia juga akan merilis keputusan kebijakannya juga hari ini.

Sementara itu, imbal hasil obligasi acuan AS 10 tahun melanjutkan kenaikannya dari posisi terendah lima bulan setelah lelang obligasi 20 tahun yang lemah.

Di logam mulia lainnya, perak turun 0,11% di 25,227, palladium naik 0,155 ke 2.667,00 dan platinum juga turun 0,18% ke 1.077,30 pukul 13.14 WIB.

Source : id.investing.com