Harga emas lanjut naik pada Kamis (28/05) petang dipicu ketegangan antara AS-Cina dan juga melemahnya dolar AS mendorong permintaan safe haven. Permintaan emas juga meningkat didorong kebijakan stimulus dari bank sentral dan pemerintah untuk melindungi perekonomian dari pandemi covid-19. 

Sampai pukul 13.57 WIB, Emas Berjangka naik 0,47% di $1.718,80 per ons mengutip data Investing.com dan emas spot XAU/USD menguat 0,58% ke $1.719,14.

US Dollar Index turun 0,17% di 98,892 pukul 14.06 WIB.

Presiden AS Donald Trump mempunyai banyak respons pilihan terhadap rencana Cina untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong, termasuk sanksi visa dan sanksi ekonomi, kata David Stilwell, asisten Menlu AS untuk Asia Timur mengutip Reuters sebagaimana dilansir Financial Express Kamis (28/05) petang.

Meningkatnya ketegangan antara AS dan Cina memicu pembelian aset safe haven dan membatasi kerugiannya.

Hubungan yang memburuk antara dua ekonomi terbesar di dunia itu juga dapat semakin menghentikan kegiatan bisnis global, yang sudah berada di bawah tekanan kuat karena krisis covid-19.

Seperti dilaporkan Reuters Kamis (28/05) pagi, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan Hong Kong tidak lagi memenuhi syarat dikenai status khusus karena ada di bawah payung hukum AS terkait statusnya sebagai pusat keuangan.

Jepang menyetujui paket stimulus baru senilai $1,1 triliun, sementara Uni Eropa meloloskan dana stimulus mencapai 750 miliar euro.

Source : investing.com