© Reuters.

Harga emas lanjut turun pada Jumat (22/01) petang di tengah penguatan tipis dolar Amerika Serikat dan spekulasi stimulus lanjutan di AS.

Harga emas berjangka terus turun 0,23% di $1.861,65 per ons pukul 14.08 WIB dan XAU/USD masih turun 0,14% ke $1.862,56 menurut data Investing.com. Sebaliknya, dolar AS kembali menguat 0,09% ke 90,207.

Rilis data menunjukkan sedikit penurunan pada klaim pengangguran awal. Minggu lalu ada 900.000 klaim yang diajukan, dibandingkan 910.000 klaim menurut perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com dan 926.00 klaim yang dilaporkan selama minggu sebelumnya.

Presiden yang baru dilantik Joe Biden mendorong peningkatan pengeluaran tambahan hingga $2 triliun, yang memberi dorongan pada saham-saham AS sesi sebelumnya. Ada juga harapan bahwa paket stimulus senilai 1,9 triliun untuk bantuan COVID-19 Biden yang diusulkan awal bulan, tampaknya akan menerima dukungan dari Partai Republik yang diperlukan di Kongres AS.

Seputar bank sentral, European Central Bank (ECB) mengumumkan keputusan kebijakan pada hari Kamis yang mempertahankan suku bunga stabil. Bank sentral tersebut juga berjanji untuk memberikan lebih banyak dukungan bagi perekonomian jika diperlukan.

Presiden ECB Christine Lagarde juga menyampaikan peringatan bahwa angka COVID-19 yang terus meningkat dan langkah-langkah pembatasan, seperti tindakan penguncian, untuk mengendalikan penyebaran virus dapat membebani prospek ekonomi kawasan.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp2.000 dari Rp963.000 pada Jumat menjadi Rp961.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.27 WIB.

Source : id.investing.com