Harga emas naik pada hari Senin (4/5) karena sentimen dari meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China atas virus corona. Namun, penguatan si kuning cenderung terbatas lantaran dolar AS kian perkasa.

Mengutip Reuters, pukul 08.45 WIB, harga emas spot naik 0,7% menjadi US$ 1.696,88 per ons troi. Sementara itu, harga emas berjangka juga menanjak 0,1% pada US$ 1.703,20 per ons troi. * 

Sementara itu, dolar AS menanjak usai harga minyak dan pasar saham tergelincir seiring meningkatnya ketegangan AS-China atas virus corona dan meningkatnya kegelisahan di antara jurang antara harga aset dan realitas ekonomi yang suram membuat para investor waspada. 

Ketegangan antara dua negara adikuasa ini muncul setelah Sekretaris Negara AS Mike Pompeo mengatakan, ada sejumlah besar bukti bahwa virus corona muncul dari laboratorium China, tetapi tidak membantah kesimpulan badan-badan intelijen A.S. bahwa itu bukan buatan manusia. 

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga bilang akan menaikkan tarif atas barang asal China yang menjadi pilihan sebagai langkah balasan atas penyebaran virus corona keluar dari Wuhan, China.

Remdesivir obat antivirus keluaran Gilead Science Inc sudah diberikan izin penggunaan darurat oleh Administrasi Makanan dan Obat AS untuk virus corona pada hari Jumat (1/5) bisa menjadi sentimen bagi si kuning.

Setelah mengeluarkan triliunan dolar AS untuk mendukung ekonomi Negeri Paman Sam selama pandemi virus corona, para pejabat Federal Reserve tetap memperingatkan adanya kemungkinan bekas luka yang berkelanjutan bagi tenaga kerja dan produktivitas jika pemulihan tidak ditangani dengan baik. 

Emas cenderung mendapat manfaat dari langkah-langkah stimulus luas karena sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. 

Source : kontan.co.id