Harga emas spot menguat tipis pada Rabu (23/12) siang ke US$ 1.866 per ons troi

Harga emas menguat karena pelemahan dolar mengimbangi kesepakatan stimulus Amerika Serikat (AS). Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk tidak menandatangani dana bantuan turut mengangkat harga emas.

Rabu (23/12) pukul 11.20 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.866,46, menguat dari US$ 1.860,84 pada penutupan perdagangan kemarin. Sedangkan harga emas kontrak Februari 2021 berada di US$ 1.870,70 per ons troi, menguat tipis dari posisi kemarin pada US$ 1.870,30 per ons troi.

Dolar AS turun tipis 0,1% terhadap sejumlah mata uangutama dunia, meningkatkan daya tarik emas di antara pemegang unit lain. Pasar keuangan telah memperkirakan banyak ketidakpastian terkait pandemi dan kesepakatan stimulus fiskal AS. 

Oleh karena itu, harga emas kemungkinan akan turun dalam beberapa minggu mendatang. Michael Langford, direktur penasihat perusahaan AirGuide mengatakan, potensi kenaikan akan datang dari ketidakpastian baru yang tidak diketahui. “Saya pikir kita akan melihat arus yang lebih besar menuju ETF emas karena para pengelola dana akan menghindari risiko,” kata Langford. 

Kekhawatiran atas pemulihan ekonomi global meningkat lagi dengan adanya jenis virus corona baru yang menyebar dengan cepat yang ditemukan di Inggris. Beberapa negara telah menutup akses dari dan ke Inggris. Para produsen vaksin pun berlomba untuk menguji vaksin Covid-19 mereka terhadap strain baru ini. 

Harga emas telah naik 22,9% sepanjang tahun ini di belakang langkah-langkah stimulus besar untuk membantu ekonomi yang dilanda pandemi. Emas menjadi lindung nilai terhadap inflasi yang kemungkinan besar dihasilkan dari stimulus tersebut. 

Source : kontan.co.id