Emas mencapai level tertinggi satu minggu menjelang penampilan Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang dijadwalkan memberikan kesaksian Selasa dan Rabu di depan Kongres, yang seharusnya mencakup bagaimana bank sentral itu berencana untuk melindungi ekonomi AS dari krisis virus korona Cina yang meluas.

Baik emas fisik dan emas berjangka naik selama empat sesi beruntun pada Senin (10/02) waktu AS, menjelang kesaksian dua hari Powell di hadapan Kongres AS, yang dapat memberikan petunjuk apakah Fed akan mempertimbangkan langkah-langkah stimulus, atau bahkan pemotongan suku bunga lagi, sebagai tindakan pencegahan terhadap perkiraan perlambatan tajam pada pertumbuhan di Cina, negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Emas Berjangka COMEX untuk penyerahan April}} di New York ditutup naik $6,10, atau sebesar 0,4%, di $1,579,50 per ons. Sebelumnya emas ini menguat ke $1.580,45, level tertinggi puncak 3 Februari di $1.592,20 untuk kontrak emas bulan April.

Emas spot, yang mencerminkan perdagangan langsung fisik emas, menguat $5,72, atau sebesar 0,4%, di $1,575,62 pada pukul 02:48 PM ET (19:48 GMT). Puncak intraday untuk emas spot ada di – $1.577,04 – juga level tertinggi dalam seminggu.

“Emas terus membaik saat kita menunggu kesaksian dua hari dari Ketua Powell,” imbuh George Gero, analis logam mulia RBC Wealth Management di New York. “Banyak investor melihat pertanyaan apakah peluang penurunan suku bunga harus dikurangi berdasar angka pekerjaan terbaru di kala krisis virus di Cina semakin memburuk.”

AS menambah 225.000 pekerjaan pada Januari, melampaui prediksi ekonom untuk data gaji pekerja nonpertanian. Laporan pekerjaan Januari menunjukkan tanda-tanda yang lebih kuat ketimbang rata-rata kenaikan bulanan 175.000 pekerjaan pada tahun 2019.

Krisis virus korona telah menewaskan lebih dari 900 orang dan menginfeksi lebih 41.000 orang di Cina, melumpuhkan seluruh industri pada perekonomian nomor dua di dunia itu, sebelum menyebar ke setidaknya 25 negara. Goldman Sachs (NYSE:GS) memperkirakan bahwa ekonomi Cina akan mengalami penurunan pertumbuhan 1,6 persen hingga kuartal pertama.

Bank Wall Street ini juga memprediksi dampak tersebut di Cina akan mengurangi produksi AS sebesar 0,4 persen menjadi 0,5 persen, pada tingkat tahunan di kuartal pertama, dengan pertumbuhan melonjak di kuartal kedua, meninggalkan dampak minimal pada pertumbuhan setahun penuh.

The Fed memotong suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun 2019 sebanyak 25 basis poin pada setiap rapat kebijakan sebelum mengakhiri siklus pelonggaran pada bulan Desember.

Source : investing.com