Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melemah hingga 2% pada perdagangan Senin waktu setempat. Hal tersebut disebabkan logam mulia tertekan menguatnya bursa saham Amerika Serikat (AS) dan dolar.

Adapun kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember menjadi turun USD33,5 atau 2,22% ditutup pada USD1.472,9 per ounce. Demikian dikutip dari Xinhua, Selasa (1/10/2019).

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap enam rival, naik 0,27% menjadi 99,39. Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang artinya jika dolar menguat, emas berjangka akan jatuh. Sebab emas, dihargai dalam dolar AS, menjadi mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham sedang meningkat, investor dapat berhenti membeli aset safe-haven.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 65,4 sen, atau 3,7 persen menjadi ditutup pada USD16,998 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD46,9 atau 5,01% menjadi USD889,2 per ounce.

Source : okezone.com