Harga Emas Turun, 4 Hari Beruntun Positif Imbas Ekspektasi ‘Reflasi’

Harga emas turun pada Kamis (11/02) pagi meski sempat mencatatkan kenaikan selama empat hari berturut di tengah ekspektasi bahwa ekonomi AS akan mengalami lonjakan “reflasi” dari stimulus Covid-19 senilai $1,9 triliun yang direncanakan oleh Presiden AS Joe Biden.

Reflasi adalah kebijakan fiskal atau moneter yang dirancang untuk meningkatkan output, merangsang pengeluaran, dan mengekang efek deflasi, yang biasanya terjadi setelah masa ketidakpastian ekonomi atau resesi. Ini juga digunakan pada waktu-waktu tertentu untuk menggambarkan fase pertama dari pemulihan ekonomi setelah periode kontraksi.

Harga emas berjangka turun 0,26% di $1.837,85 per troy ons pukul 09.47 WIB dan XAU/USD turun 0,28% ke $1.837,88 menurut data Investing.com. Harga emas sempat berakhir di zona hijau selama empat hari beruntun pekan ini sebelum bergerak melemah pagi ini.

Rebound emas terbaru muncul karena Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks harga konsumen naik 0,3% bulan lalu, setelah naik 0,4% pada bulan Desember. Itu adalah sinyal bahwa harga sedikit naik karena inflasi yang mendasarinya tetap rendah di tengah pandemi virus korona yang terus berlanjut memberikan efek pada perekonomian.

Sementara itu, Ketua Federal Reserve AS Jay Powell, mengatakan kepada New York Economic Club dalam pidato yang disiarkan langsung bahwa Amerika Serikat “masih sangat jauh” dari pasar pekerjaan yang kuat dan inflasi diperkirakan tidak akan tumbuh berarti dalam waktu dekat.

“Laporan inflasi yang lemah mengisyaratkan taper tantrum mungkin lebih jauh dari yang kita pikirkan,” kata Ed Moya, analis di OANDA New York. “Inflasi tidak diragukan lagi akan datang tapi diperkirakan hanya berumur pendek. Jika inflasi membutuhkan waktu lebih lama untuk memanas, itu bisa membuat mangkuk stimulus meluap.”

Moya juga mengatakan ketidakpastian yang tinggi di pasar tenaga kerja dapat membantu kenaikan bagi emas. “Pengembalian ke pekerjaan maksimum mungkin jauh lebih jauh lagi karena banyak bisnis fokus pada otomatisasi dan menangani tenaga kerja yang lebih kecil. Putusan The Fed tidak akan hilang dalam waktu dekat dan itu akan sangat positif untuk harga emas dalam jangka panjang.”

Kualitas emas sebagai safe haven telah dipertanyakan sejak Agustus, setelah turun dari rekor tertinggi di atas $2.000 hingga bergerak di sekitar $1.900 terlebih dahulu, sebelum jatuh ke wilayah $1.700 dari setidaknya dua kesempatan karena terobosan vaksin Covid-19 meningkatkan dolar dan imbal hasil obligasi.

Pada hari Kamis pagi, Indeks dolar AS stabil di level 90.412 pukul 09.53 WIB dan imbal hasil obligasi 10 tahun AS naik 1,05% ke 1,145.

Di Indonesia, harga emas Antam (JK:ANTM) stagnan di level Rp945.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.23 WIB.

Source : id.investing.com