© Reuters.

Harga emas kembali turun pada Kamis (17/09) pagi di tengah penguatan dolar AS meski ada keraguan terhadap pemulihan cepat ekonomi global pasca rilis data belanja konsumen AS dan janji Federal Reserve untuk menahan suku bunga mendekati 0% hingga setidaknya sampai tahun 2023.

Harga emas berjangka turun 1,26% ke $1.945,65 per ons pukul 10.41 WIB dan XAU/USD turun 0,98% di $1.940,12 menurut data Investing.com.0

Menurut laporan yang dilansir Reuters Kamis (17/09) pagi, The Fed mengisyaratkan pada Rabu bahwa mereka mengharapkan pemulihan ekonomi AS dari krisis pandemi virus akan dipacu dengan penurunan tingkat pengangguran lebih cepat dari perkiraan bank sentral pada Juni.

Fed juga mengatakan akan mempertahankan suku bunga mendekati 0% sampai inflasi ada di jalur “sedikit melebihi” target inflasi 2% “untuk beberapa waktu.”

Sementara itu, data menunjukkan belanja konsumen AS melambat Agustus dan ini menunjukkan lambatnya pemulihan ekonomi dari dampak pandemi.

Bank of Japan (BOJ) diprediksi menjaga kebijakan moneternya tetap stabil pada Kamis, sementara Bank of England (BOE) diharapkan memberi sinyal siap untuk menyuntikkan lebih banyak lagi stimulus ke dalam sektor perekonomian Inggris.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) stabil di level Rp1.030.000 pagi ini dari harga Rabu kemarin menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia hingga pukul 08.17 WIB.

Source : id.investing.com