Harga Emas Turun Tipis, Pasar Tunggu Sinyal Lanjutan Taper Fed

Harga emas turun tipis pada Kamis (16/09) pagi di Asia dan investor terus menunggu sinyal kapan Federal Reserve AS akan memulai pengurangan aset.

Harga emas berjangka turun tipis 0,07% ke $1.793,55/oz pukul 10.42 WIB setelah jatuh 0,6% pada hari Rabu, penurunan satu hari terbesar dalam seminggu.

The Fed akan merilis keputusan kebijakan terbarunya minggu depan, yang dapat memberikan petunjuk tentang garis waktu kebijakan penurunan pembelian aset bank sentral.

Di seberang Atlantik, anggota Dewan Eksekutif European Central Bank (ECB) Isabel Schnabel mengatakan pada hari Rabu bahwa suku bunga riil sangat rendah secara global dan investor mungkin terlalu melebih-lebihkan dampak ekonomi dari varian Delta COVID-19.

Beberapa negara di Asia Pasifik merilis data ekonomi, dimulai dari Jepang. Data perdagangan yang dirilis sebelumnya menunjukkan ekspor tumbuh 26,2% tahun ke tahun dan impor tumbuh 44,7% tahun ke tahun pada bulan Agustus. neraca perdagangan mengalami defisit sebesar JPY635,4 miliar ($5,8 miliar).

Australia juga mengumumkan data pekerjaan yang menunjukkan perubahan pekerjaan berkontraksi sebesar 146.300, sedangkan perubahan pekerjaan penuh berkontraksi sebesar 68.000, pada bulan Agustus. Tingkat pengangguran tercatat 4,5%.

Di Selandia Baru, PDB tumbuh sebesar 2,8% kuartal ke kuartal dan 17,4% setahun pada kuartal II.

Kepemilikan SPDR Gold Trust (P:GLD) turun 0,2% menjadi 998,46 ton pada Rabu dari 1.000,21 ton pada Selasa. Kementerian Keuangan Rusia juga mengatakan pada hari Rabu bahwa negara itu memproduksi 135,5 ton emas dalam enam bulan pertama tahun 2021, turun dari 138,1 pada periode yang sama tahun 2020.

Dalam logam mulia lainnya, perak naik 0,32% ke 23,878. Platinum naik 0,245 di 940,95 setelah mencapai level terendah lebih dari sembilan bulan pada hari Rabu dan palladium melonjak naik 1,98% ke 2.030,50 pukul 10.49 WIB.

Dari Indonesia, harga emas Antam turun Rp4.000 dari Rp936.000 pada Rabu menjadi Rp932.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.37 WIB.

Source : id.investing.com