Harga minyak melonjak sekitar 7% pada Selasa (10/03). Tetapi tampaknya ada sedikit peluang pemulihan besar dari kejatuhan harian terbesar minyak nyaris selama 30 tahun ini setelah produsen utama Arab Saudi dan Rusia meluncurkan perang harga.

Minyak mentah menguat didukung oleh potensi penurunan produksi AS sebagaimana dilansir Reuters Selasa (10/03) pagi. Tetapi keuntungan ini bisa berlangsung singkat karena permintaan minyak terus terpukul oleh dampak ekonomi yang timbul dari wabah virus covid-19.

Minyak mentah Minyak Brent Berjangka naik $2,38, atau 7%, di $36,72 per barel pada pukul 11.43 WIB menurut data Investing.com, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (Minyak Mentah WTI Berjangka) AS naik $1,87, atau 6,26%% di $33,08 per barel.

Kedua tolok ukur jatuh 25% pada hari Senin, turun ke level terendah sejak Februari 2016 dan mencatat penurunan persentase satu hari terbesar sejak 17 Januari 1991, ketika harga minyak anjlok pada awal Perang Teluk.

Volume perdagangan bulan depan untuk kedua kontrak minyak tersebut mencapai rekor tertinggi pada sesi sebelumnya. Hal itu terjadi setelah gagalnya kesepakatan yang telah dijalani selama tiga tahun antara Arab Saudi dan Rusia serta produsen minyak utama lainnya untuk membatasi pasokan Jumat silam.

Source : investing.com