Harga minyak acuan melonjak hampir 2%, Brent mendekati level US$ 50 per barel

Harga minyak mentah melonjak hampir 2% pada perdagangan hari ini dan menuju kenaikan minggu kelima. Harga minyak mendapat sokongan setelah produsen utama menyetujui kompromi untuk melanjutkan beberapa pemotongan produksi guna mengatasi permintaan yang jatuh akibat virus corona.

Jumat (4/12) pukul 13.45 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Februari 2021 naik US$ 1,04 atau 2,1% menjadi US$ 49,75 per barel. Brent juga menguat sekitar 1% pada hari Kamis (3/12).

Setali tiga uang harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Januari 2021 naik 84 sen atau 1,8% ke level US$ 46,48 per barel.

Sentimen utama bagi harga minyak datang setelah OPEC dan Rusia sepakat untuk mengurangi pengurangan produksi minyak dari Januari sebesar 500.000 barel per hari. Walau begitu, para produsen minyak ini gagal mencapai kompromi mengenai kebijakan yang lebih luas untuk sisa tahun depan.

“Mereka datang dengan kompromi terakhir,” kata Stephen Innes, kepala strategi pasar Axi.

OPEC+ akan bertemu sebulan sekali untuk meninjau kondisi dan kenaikan bulanan tidak akan lebih dari 500.000 barel per hari (bpd).

“OPEC+ membersihkan rintangan untuk keluar dari pemotongan saat ini dengan cara yang terkoordinasi. Ini memperkuat keyakinan kami dalam reli yang stabil dan berkelanjutan dalam harga minyak hingga 2021,” kata Goldman Sachs dalam sebuah laporan setelah keputusan tersebut.

Dengan hasil ini, maka pemangkasan produksi minyak OPEC+, ditetapkan sebesar 7,2 juta barel per hari, atau 7% dari permintaan global mulai Januari. Asal tahu saja, pemotongan produksi saat ini sebesar 7,7 juta barel per hari.

OPEC+ diperkirakan akan melanjutkan pemotongan yang ada hingga setidaknya Maret, setelah mundur dari rencana untuk meningkatkan produksi sebesar 2 juta barel per hari.

Source : kontan.co.id