Harga minyak turun pada Kamis (28/05) pagi setelah pasokan minyak mentah, bensin, dan produk terkait lainnya di Amerika Serikat mengalami kenaikan. Hal ini menurunkan harapan atas pemulihan permintaan dari karantina wilayah covid-19.

Mengutip laporan yang dilansir Reuters Kamis (28/05) pagi, pelemahan harga minyak ini melanjutkan kerugian sejak sesi hari Rabu akibat ketidakpastian yang muncul kembali mengenai komitmen Rusia terhadap pengurangan produksi minyak jelang pertemuan 9 Juni dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara mitra lainnya dalam OPEC+.

Sampai pukul 10.08 WIB, (Minyak Mentah WTI Berjangka) AS anjlok 3,87% di $31,54 per barrel dan minyak mentah Minyak Brent Berjangka juga anjlok 2,59% di $33,84 per barel.

Data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa stok minyak mentah naik 8,7 juta barel hingga pekan terakhir 22 Mei, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk pengurangan sebanyak 1,9 juta barel.

Pasokan bensin naik 1,1 juta barel, 10 kali lipat lebih dari perkiraan analis, serta minyak diesel dan pemanas naik 6,9 juta barel, hampir empat kali lipat dari perkiraan.

Pasar juga akan mencermati rilis data dari Badan Informasi Energi (EIA) AS pada Kamis ini apak sesuai dengan laporan data API tersebut.

Source : investing.com