© Reuters.

Harga minyak jatuh pada Senin (29/06) pagi ini. Tren negatif komoditas ini dipicu meningkatnya jumlah kasus covid-19 di Amerika Serikat dan negara-negara lain sehingga berpotensi mendorong tindakan pembatasan lanjutan yang dapat mengganggu permintaan bahan bakar.

Pukul 10.31 WIB, harga Minyak Mentah WTI Berjangka anjlok 2,03% ke $37,71 per barel menurut data Investing.com dan harga Minyak Brent Berjangka jatuh 1,69% di $40,24 per barel. Untuk sebulan terakhir, harga minyak WTI melonjak 6,34% dan harga minyak Brent naik 6,82%.

Seperti diwartakan Reuters Senin (29/06) pagi, kedua harga minyak mentah acuan ini akan mengakhiri bulan Juni dengan menguat setelah produsen global utama melanjutkan kesepakatan pemotongan pasokan hingga bulan Juli sebanyak 9,7 juta barel per hari dan permintaan minyak mulai meningkat setelah negara-negara di seluruh dunia mulai melonggarkan tindakan pembatasan.

Namun, jumlah kasus global covid-19 malah melampaui angka 10 juta pada hari Minggu kala India dan Brasil memerangi lonjakan kasus harian lebih dari 10.000. Wabah baru ini juga dilaporkan kembali muncul di negara-negara seperti Cina, Selandia Baru dan Australia, sehingga mendorong pemerintah untuk memberlakukan pembatasan lagi.

Selain itu pasokan minyak mentah di Amerika Serikat, produsen dan konsumen minyak terbesar dunia, telah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Hal ini terlepas dari upaya OPEC+ – Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara mitra lainnya termasuk Rusia – mengurangi produksi.

Bahkan di kala jumlah pengeboran minyak dan gas bumi yang beroperasi turun ke tingkat rekor terendah minggu lalu, harga minyak yang tinggi mendorong beberapa produsen untuk melanjutkan aktivitas pengeboran.

Source : id.investing.com