Harga minyak jatuh pada Jumat (29/05) pagi setelah data pasokan di Amerika Serikat menunjukkan permintaan bahan bakar yang lemah dari konsumen minyak terbesar dunia itu sementara memburuknya ketegangan AS dan Cina terus memberi tekanan pasar keuangan global.

Sampai pukul 09.19 WIB, Minyak Mentah WTI Berjangka jatuh 1,39% di $33,24 per barel dan Minyak Brent Berjangkaturun 0,86% di $35,72 per barel berdasar data dari Investing.com. Untuk sepekan, minyak WTI turun 0,03% dan minyak Brent masih 1,71%.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Jumat (29/05) pagi, data Kamis kemarin dari Badan Informasi Energi (EIA) menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah AS dan minyak sulingan naik tajam minggu lalu. Ini mengindikasikan permintaan bahan bakar masih lemah di AS bahkan ketika berbagai negara bagian mencabut pembatasan perjalanan yang telah ditetapkan untuk mengekang pandemi covid-19 kata para analis.

Ke depan, trader akan fokus pada hasil perundingan pengurangan produksi antara anggota OPEC+, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara mitra lainnya termasuk Rusia, pada minggu kedua bulan Juni mendatang.

Arab Saudi dan beberapa anggota OPEC tengah mempertimbangkan untuk memperpanjang rekor penurunan produksi 9,7 juta barel per hari setelah melewati bulan Juni, tetapi masih belum mendapatkan dukungan dari Rusia.

Source : investing.com