© Reuters.

Harga minyak kembali naik pada Kamis (07/01) pagi dengan sorotan pasar fokus beralih dari kisruh di Washington D.C. kepada kemungkinan pengetatan pasokan bahan bakar setelah keputusan Arab Saudi untuk memangkas produksi.

Harga minyak Brent naik 0,77% ke $54,72 per barel menurut data Investing.com pukul 11.31 WIB dan harga minyak WTI naik 0,91% di $51,09 per barel.

Arab Saudi mengejutkan pasar dengan janji untuk memangkas produksi satu juta barel per hari (bph) pada Februari dan Maret. Pengumuman itu dibuat setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, atau OPEC+, menyelesaikan rapat Komite Pemantau Bersama Kementerian dan Pertemuan Tingkat Menteri OPEC dan non-OPEC ke-13 awal pekan ini.

Di AS, pendukung Presiden AS Donald Trump mengepung Capitol Hill, tempat para anggota parlemen bertemu untuk mengesahkan kemenangan Presiden terpilih AS Joe Biden dalam pemilihan presiden 3 November silam. Pertemuan yang terganggu itu dilanjutkan ketika para anggota parlemen dikawal kembali ke gedung.

Beberapa investor tetap optimis dengan prospek WTI berjangka.

“WTI berjangka tampaknya siap untuk naik lebih tinggi karena pemerintahan Biden akan menekan produksi minyak mentah AS, Saudi secara tentatif mengurangi kekhawatiran kelebihan pasokan dengan pemotongan satu juta bph, dan hari-hari dolar tampaknya tinggal menghitung,” analis pasar senior OANDA Edward Moya mengatakan kepada Reuters.

Komoditas hitam ini mayoritas diperdagangkan menggunakan greenback, yang turun pada Kamis pagi. Indeks dolar AS turun 0,13% di 89,382 pukul 11.35 WIB.

Sementara itu, data pasokan minyak mentah AS dari Badan Informasi Energi (EIA) AS yang dirilis pada hari sebelumnya juga meningkatkan sentimen. Penurunan 8,010 juta barel untuk minggu terakhir tahun 2020 lebih besar dari perkiraan 2,133 juta barel yang disiapkan oleh Investing.com dan juga penurunan sebanyak 6,065 juta barel untuk minggu sebelumnya.

Data dari American Petroleum Institute yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan penurunan sebesar 1.663 juta barel.

Namun, penurunan pasokan minyak mentah biasanya terjadi pada akhir setiap tahun karena perusahaan energi mengeluarkan minyak dari gudang untuk menghindari tagihan pajak.

Source : id.investing.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *