© Reuters.

Harga minyak naik pada Kamis (17/12) pagi usai tercatat penurunan mengejutkan pasokan minyak mentah AS dan harapan bahwa Kongres AS akan meloloskan langkah-langkah stimulus terbaru kemungkinan bisa meredakan kekhawatiran atas permintaan bahan bakar.

Harga minyak Brent naik 0,92% ke $51,55 per barel pada pukul 11.23 WIB dan harga minyak WTI naik 0,90% di $48,25 per barel menurut data Investing.com.

Data pasokan minyak mentah dari Badan Informasi Energi AS (EIA) yang dirilis pada hari Rabu setempat menunjukkan penurunan 3,135 juta barel untuk pekan terakhir hingga 11 Desember. Angka ini lebih besar dari penurunan 1,937 juta barel menurut perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com dan kenaikan 15,189 juta barel yang tercatat pada minggu sebelumnya.

Data EIA diketahui sehari setelah American Petroleum Institute melaporkan peningkatan pasokan minyak mentah 1,973 juta barel.

“Produksi AS juga turun … pertama kali sejak akhir Oktober,” kata analis ANZ dalam catatan.

Data EIA juga menunjukkan bahwa aktivitas kilang minyak mentah turun 253.000 barel per hari dalam seminggu terakhir dan tingkat pemanfaatan kilang turun 0,8% dalam seminggu.

Investor sekarang menunggu apakah Ketua Mayoritas Senat AS Mitch McConnell, Partai Republik dan Demokrat akan memenuhi janjinya “kami akan sampai di sana” untuk menyetujui langkah-langkah stimulus terbaru.

Kedua belah pihak dilaporkan “mendekati” persetujuan RUU stimulus senilai $900 miliar pada hari Rabu. Pekerjaan juga terus berlanjut untuk meloloskan RUU belanja senilai $1,4 triliun untuk tahun fiskal yang dimulai pada 1 Oktober pada hari Jumat agar bisa mencegah penutupan pemerintah.

Yang juga mendorong harga minyak adalah keputusan kebijakan Federal Reserve, yang dirilis pada hari Rabu setempat pada akhir pertemuan kebijakan dua hari. Keputusan tersebut menegaskan komitmen Fed untuk mendukung ekonomi AS dengan mempertahankan program pembelian asetnya sampai melihat ada “kemajuan substansial lebih lanjut” dalam sektor lapangan kerja dan inflasi.

Dengan AS terus bergumul dengan gelombang kedua kasus covid-19. Ketua Fed AS Jerome Powell menambahkan bahwa kasus stimulus fiskal “sangat, sangat kuat.”

Di bidang vaksin, upaya imunisasi Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dapat membuat ribuan lebih petugas layanan kesehatan mendapat suntikan vaksin, terus berlanjut meskipun ada kendala yang dilaporkan.

Alaska melaporkan reaksi alergi pertama yang diketahui terhadap BNT162b2, vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Pfizer Inc (NYSE:PFE) dan BioNTech SE (NASDAQ:BNTX).

Sementara itu, Vaksin COVID-19 mRNA-1273 buatan Moderna Inc (NASDAQ:MRNA) diperkirakan akan menerima persetujuan aturan dari pemerintah AS pada akhir pekan ini.

Source : id.investing.com