Harga Minyak Kian Turun, Investor Soroti Peningkatan Pasokan AS

Harga minyak kian turun pada Rabu (21/07) petang. Investor mencerna adanya peningkatan pasokan minyak mentah AS yang mengejutkan dan terus menilai dampak lonjakan kasus COVID-19 terhadap permintaan bahan bakar.

Harga minyak Brent masih turun 0,30% di $69,14 per barel pukul 13.57 WIB dan harga minyak WTI juga turun 0,30% le $67,00 per barel menurut data Investing.com.

Data pasokan minyak mentah dari American Petroleum Institute (API) yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan peningkatan sebanyak 806.000 barel untuk pekan terakhir 16 Juli. Perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com telah memperkirakan penurunan sebanyak 4,167 juta barel, sementara penurunan sebanyak 4,079 juta barel tercatat selama minggu sebelumnya.

Jika peningkatan ini dikonfirmasi dalam data pasokan minyak mentah dari Badan Informasi Energi (EIA) AS, yang akan dirilis di kemudian hari, maka itu akan menjadi yang pertama sejak bulan Mei.

Minyak telah berada dalam tren penurunan sejak mencapai level tertinggi sejak 2014 di awal bulan. Jumlah kasus COVID-19 yang melibatkan varian Delta telah melonjak secara global dan resolusi perselisihan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC+) berarti peningkatan produksi mulai Agustus 2021 dan seterusnya.

Ini membuat Goldman Sachs Group Inc (NYSE:GS) untuk memperingatkan minyak akan “berputar,” dan mendorong kembali perkiraan reli ke $80 per barel.

Namun, beberapa investor tetap optimis namun hati-hati.

“Gangguan pembukaan kembali dari varian Delta tentu saja merusak sentimen keseluruhan ketika kita melihat komoditas secara umum, tetapi secara khusus untuk pasar minyak… tetap saja, kami berharap permintaan minyak terus tetap relatif kuat. Dan kami mengharapkannya untuk terus pulih,” kata ahli strategi UBS AG Wealth Management Wayne Gordon kepada Bloomberg.

Kerugian cairan hitam adalah bagian dari pelemahan luas di seluruh komoditas di mana bensin, tembaga dan bijih besi juga mencatat kerugian. Tapi dolar AS masih menguat 0,14% di 93,112 pukul 14.03 WIB sehingga membuat harga komoditas dalam mata uang ini lebih mahal.

Source : id.investing.com