© Reuters.

Harga minyak makin naik pada Rabu (20/01) petang ditopang harapan pemerintahan baru Joe Biden akan mendorong lebih banyak dana stimulus masif AS dan ini dianggap bisa mendorong ekspektasi atas permintaan bahan bakar serta penurunan stok minyak mentah.

Harga minyak Brent terus naik 0,77% ke $56,33 per barel pukul 13.48 WIB dan harga minyak WTI tambah naik 0,87% ke $53,44 per barel menurut data Investing.com..

Calon Menteri Keuangan AS Janet Yellen mendesak Kongres AS untuk “bertindak besar” terkait dana bantuan pandemi selama sidang konfirmasi Senat di depan Komite Keuangan Senat pada hari Selasa. Komentar tersebut kembali memicu harapan investor atas belanja pengeluaran besar-besaran AS untuk merangsang pemulihan ekonomi dan pertumbuhan dari COVID-19.

“Pastinya, ekspektasinya adalah hal itu akan mendukung pertumbuhan yang lebih baik dan permintaan yang lebih baik di AS,” Kepala Riset Komoditas National Australia Bank (NAB), Lachlan Shaw mengatakan kepada Reuters.

Bahkan penurunan 580.000 barel per hari dalam prospek Badan Energi Internasional (IEA) terhadap permintaan minyak kuartal I gagal meredam sentimen untuk cairan hitam ini.

Pemotongan IEA ini terjadi karena peningkatan angka COVID-19 yang tak henti-hentinya menyebabkan penguncian ketat dan penutupan perbatasan di Eropa.

“Itu jelas mengindikasikan langkah Arab Saudi minggu lalu untuk memangkas 1 juta barel per hari produksi mereka sendiri secara sepihak untuk Februari dan Maret … risiko yang ada saat ini adalah seputar tindakan penguncian COVID-19. Kami telah melihat beberapa negara memperpanjang pembatasan,” tambah Shaw dari NAB.

Jerman pada hari Selasa memperpanjang penutupan sebagian besar toko dan sekolah selama dua minggu hingga 14 Februari.

Investor sekarang menunggu data pasokan minyak mentah AS dari American Petroleum Institute, yang akan diumumkan di sesi AS hari ini.

Source : id.investing.com