Harga Minyak Makin Naik Ditopang Prospek Optimis Permintaan BBM

Harga minyak naik pada Rabu (09/06) pagi di Asia dan investor semakin yakin terhadap prospek permintaan bahan bakar yang optimis seiring percepatan vaksinasi dan pelonggaran pembatasan perjalanan.

Harga minyak Brent terus naik 0,57% ke $72,63 per barel menurut data Investing.com dan harga minyak WTI kian naik 0,63% di $70,49 per barel.

Data pasokan minyak mentah AS hari Selasa dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan penurunan sebanyak 2,108 juta barel untuk pekan terakhir 4 Juni. Perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com telah memperkirakan peningkatan 3,576 juta barel, sementara tercatat kenaikan 5,360 juta barel selama minggu sebelumnya.

Investor sekarang menunggu data pasokan minyak mentah dari Badan Informasi Energi AS (EIA0, yang akan dirilis pada sesi hari ini.

Dari sisi permintaan, investor tetap optimis mengenai prospek permintaan bahan bakar karena percepatan vaksinasi memungkinkan orang untuk bepergian lebih banyak.

AS, negara konsumen minyak terbesar di dunia, menurunkan peringatan perjalanan untuk beberapa negara, termasuk Prancis, Kanada, dan Jerman, sehingga memungkinkan untuk melonggarkan pembatasan maskapai penerbangan untuk perjalanan ke luar negeri.

“Prospek fundamental untuk minyak mentah saat ini adalah bullish … pelonggaran pembatasan perjalanan akan menjadi pengubah permainan untuk prospek perjalanan udara internasional, yang merupakan bagian terakhir dari persamaan untuk pemulihan permintaan yang kuat,” Edward Moya, analis pasar senior di Oanda Corp., mengatakan kepada Bloomberg.

Sementara itu, produksi minyak serpih AS dilaporkan akan naik hanya moderat hingga 2022, meskipun terjadi peningkatan dalam pengeboran didorong oleh kenaikan harga minyak mentah. Itu muncul ketika Badan Informasi Energi (EIA) memperkirakan penurunan produksi minyak serpih untuk 2022, menurut laporan bulanan.

Source : id.investing.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *