Harga Minyak Makin Turun di Tengah Kendala Virus & Peningkatan Pasokan

Harga minyak makin turun pada Kamis (22/04) pagi di tengah terus meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di India dan Jepang kian menambah kekhawatiran permintaan bahan bakar.

Harga minyak Brent kian turun 0,47% di $65,01 per barel pukul 11.39 WIB dan harga minyak WTI terus turun 0,49% di $61,05 per barel menurut data Investing.com.

Pasar juga terpengaruh oleh data pasokan minyak mentah AS pada hari Rabu dari Badan Informasi Energi (EIA) AS yang menunjukkan kenaikan mengejutkan 594.000 barel untuk pekan terakhir 16 April. Perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com telah memperkirakan penurunan sebanyak 2,975 juta barel, sementara penurunan 5,889 juta barel dilaporkan selama minggu sebelumnya.

Data pasokan dari American Petroleum Institute (API) sehari sebelumnya menunjukkan peningkatan 436.000 barel.

Terkait COVID-19, India, negara importir minyak terbesar ketiga di dunia, melaporkan rekor jumlah kasus COVID-19 lainnya pada hari Rabu. Jepang, tepat di belakang India dalam skala importir, juga mempertimbangkan untuk memberlakukan status keadaan darurat di Tokyo dan Osaka karena meningkatnya kasus COVID-19.

“Harga minyak telah di bawah tekanan minggu ini karena meningkatnya kekhawatiran bahwa lonjakan jumlah kasus COVID-19 di India dan Jepang akan memperlambat pemulihan permintaan bahan bakar di Asia … sentimen pasar semakin terpukul oleh data mingguan EIA yang menunjukkan peningkatan minyak mentah AS,” Toshitaka Tazawa, analis di pialang komoditas Fujitomi Co., mengatakan kepada Reuters.

Sementara, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) akan bertemu pada minggu berikutnya tetapi kemungkinan tidak akan membuat perubahan besar terkait pengurangan produksi saat ini, menurut Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak.

Adapun, National Oil Corp. Libya dapat memperpanjang status force majeure pada Senin untuk ekspor dari pelabuhan Hariga ke fasilitas lain.

“Awal pekan ini, pasar naik sebentar di tengah berita force majeure Libya pada ekspornya tetapi kekhawatiran atas penyebaran COVID-19 di Asia melebihi berita Libya sekarang,” kata Tazawa dari Fujitomi.

Source : id.investing.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *