Harga Minyak Melonjak 8% Sepekan, Produsen Bersiap Hadapi Potensi Badai

Harga minyak naik pada Jumat (27/08) pagi di Asia dan akan mengakhiri minggu ini dengan lonjakan positif. Perusahaan energi mulai menghentikan produksi di Teluk Meksiko untuk mengantisipasi potensi badai yang diperkirakan akan menerjang pada akhir pekan sehingga bisa meningkatkan kekhawatiran atas gangguan pasokan untuk jangka pendek.

Harga minyak Brent terus naik 0,90% di $70,81 per barel menurut data Investing.com, masih berada di atas level $70. Harga minyak WTI makin naik 0,98% ke $68,08 per barel setelah mengalami kerugian 1,4% pada hari Kamis. Untuk sepekan, kedua kontrak minyak acuan tersebut melonjak lebih 8%.

Perusahaan mulai mengevakuasi para pekerjanya dari anjungan produksi minyak Teluk Meksiko pada hari Kamis. BHP dan BP (NYSE:BP) pun menghentikan produksi di anjungan lepas pantai mereka sebelum dihantam badai.

Kemungkinan gangguan pasokan di wilayah tersebut, yang menyumbang 17% dari produksi minyak mentah AS dan 5% dari produksi gas alam kering, membantu cairan hitam bangkit kembali dari kerugian hari Kamis. Kerugian ini sebagian disebabkan oleh kembalinya produksi di anjungan minyak lepas pantai Petróleos Mexicanos menyusul terjadinya kebakaran di awal pekan.

“Pasar kemungkinan memiliki kekhawatiran yang lebih mendesak, seiring meningkatnya potensi badai di Karibia. Badai diperkirakan akan menjadi badai yang kuat dan berpotensi mendatangkan malapetaka di Teluk Meksiko dan Texas awal minggu depan,” ungkap analis ANZ Research dalam catatan.

Investor juga memantau pergerakan dolar pada hari Jumat, di mana Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell akan memberikan pidato hari ini yang berpotensi mengungkapkan garis waktu untuk pengurangan aset dan kenaikan suku bunga.

“Jika kita melihat penurunan aset sebelumnya, ekspektasi kami adalah dolar AS akan menguat, dan itu akan memberi tekanan pada minyak dan komoditas lainnya,” analis komoditas Commonwealth Bank Vivek Dhar mengatakan kepada Reuters.

Source : id.investing.com