Harga minyak melonjak pada Selasa (26/05) pagi di tengah tanda terang benderang bahwa negara-negara produsen terus menjalankan komitmen untuk mengurangi pasokan minyak mentahnya lantaran semakin banyak kendaraan kembali ke jalan raya akibat pelonggaran karantina wilayah covid-19 di seluruh dunia.

Pada pukul 09.30 WIB, Minyak Mentah WTI Berjangkamelonjak 2,62% di $34,12 per barel menurut data Investing.com dan Minyak Brent Berjangka menguat 1,15% di $35,94 per barel.

Melansir Reuters Selasa (26/050 pagi, sentimen pasar membaik didorong komentar dari Rusia yang melaporkan produksi minyaknya nyaris berkurang mencapai target 8,5 juta barel per hari (bph) untuk Mei dan Juni dalam kesepakatan pemangkasan pasokan bersama Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara produsen lainnya, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+.

Negara-negara OPEC+ akan bertemu lagi pada awal Juni untuk membahas lanjutan pemotongan pasokan mereka guna menopang harga, yang masih turun sekitar 45% sejak awal tahun ini. Negara-negara produsen besar sepakat pada bulan April untuk memangkas produksi hampir 10 juta barel per hari untuk bulan Mei dan Juni.

Kementerian energi Rusia pada Senin (25/05) mengutip Menteri Alexander Novak yang mengatakan kenaikan permintaan bahan bakar akan membantu mengurangi surplus global yang terjadi saat ini sekitar 7-12 juta barel per hari pada Juni atau Juli.

Source : investing.com