Harga minyak mentah masih koreksi tipis namun berada di jalur penguatan dalam sepekan

Harga minyak mentah berbalik arah usai penguatan tajam yang terjadi di sesi sebelumnya. Namun pelemahan harga emas hitam masih terbatas karena mendapat sokongan tenaga dari ketatnya pasokan minyak karena Badai Delta yang bakal mampir ke Teluk Meksiko dan mogok kerja di Norwegia.

Jumat (9/10) pukul 11.00 WIB, harga minyak mentah jenis Brent kontrak pengiriman Desember 2020 turun 15 sen menjadi US$ 43,19 per barel. Harga Brent sudah naik lebih dari 3% pada sesi sebelumnya. 

Setali tiga uang, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman November 2020 juga turun 16 sen menjadi US$ 41,03 per barel. Pada Kamis (8/10), harga WTI juga melejit lebih dari 3%.

Kedua kontrak acuan ini berada di jalur untuk kenaikan sekitar 10% pada minggu ini. Ini bakal menjadi penguatan pertama dalam tiga pekan belakangan. Harga emas hitam mendapat sokongan yang kuat dari prospek pasokan yang lebih ketat.

Pada sesi sebelumnya, harga minyak acuan ini sudah melonjak lebih dari 3% setelah sejumlah operator migas di Teluk Meksiko menutup 92% produksi minyak mentah di kawasan tersebut. Badai Delta yang diperkirakan menghantam Teluk Meksiko pada Jumat (9/10) malam ini memiliki kecepatan maksimum 120 mil (193 kilometer) per jam. 

Karena Badai Delta ini, hampir 1,5 juta barel produksi harian minyak mentah di AS telah dihentikan sejauh ini. 

Selain itu, penghentian produksi di Laut Utara setelah tindakan pekerja minyak Norwegia yang mogok kerja. “Ini bisa menyebabkan hampir satu juta barel minyak mentah per hari terkena dampak,” kata Riset ANZ dalam sebuah catatan.

Pejabat perusahaan minyak dan tenaga kerja Norwegia mengatakan mereka akan bertemu dengan mediator yang ditunjuk negara pada hari Jumat dalam upaya kedua belah pihak berharap akan mengakhiri pemogokan yang mengancam untuk menghapus sekitar seperempat dari produksi minyak dan gas negara itu.

Source : kontan.co.id