Harga minyak mentah mulai menguat berkat ancaman Badai Delta

Harga minyak mentah bergerak stabil dengan kecenderungan menguat pada awal perdagangan hari ini. Sentimen bagi harga emas hitam ini datang dari ancaman Badai Delta yang mulai mendekat ke Teluk Meksiko dan menyebabkan penutupan yang meluas di sejumlah kilang minyak.

Mengutip Bloomberg, Kamis (8/10) pukul 09.00 WIB, harga minyak mentah jenis Brent kontrak pengriman Desember 2020 naik 15 sen menjadi US$ 42,14 per barel. Pada sesi sebelumnya, Brent turun 1,6%.

Serupa, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman November 2020 juga menguat 6 sen ke US$ 40,01 per barel. Pada Rabu (7/10), harga WTI anjlok 1,8%.

Pelemahan harga minyak di sesi sebelumnya terjadi setelah data Energy Information Administration (EIA) memperlihatkan persediaan minyak mentah AS naik 501.000 barel pada pekan lalu. Selain itu, persediaan di pusat penyimpanan utama Cushing juga melonjak ke level tertinggi sejak Mei 2020.

Hal tersebut akhirnya menyebabkan aksi jual besar-besaran yang dilakukan pelaku pasar. Namun kini pasar mengalihkan perhatian pada dampak dari Badai Delta yang mulai mengancam Teluk Meksiko.

Sejumlah operator energi di Teluk Meksiko sudah menutup 80% dari produksi minyak di kawasan pesisir pantai tersebut. Badai Delta ini diproyeksikan akan menghantam Pantai di kawasan Louisiana pada Jumat (9/10).

“Produksi di Teluk Meksiko telah dihentikan, saya berharap ada kenaikan terbatas. Untuk kenaikan yang lebih kuat untuk minyak membutuhkan waktu lebih karena tingkat produksi yang tinggi,” kata Senior Market Analyst OANDA Corp. 

Badai Delta diperkirakan tidak hanya mendorong operator untuk menghentikan produksi tetapi juga mengancam permintaan minyak mentah dari penyulingan yang mungkin menghadapi gangguan. 

Source : kontan.co.id