Harga minyak mentah stabil di tengah lonjakan kasus virus corona di AS

Harga minyak mentah stabil di awal perdagangan hari ini. Sentimen utama datang setelah laporan dari American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di Amerika Serikat (AS) turun. Hal tersebut memberikan angin segar kepada pasar yang sedang dilanda kekhawatiran akibat lonjakan kasus virus corona.

Rabu (29/7) pukul 10.30 WIB, harga minyak mentah jenis Brent kontrak pengiriman September 2020 naik 13 sen, atau 0,3%, menjadi US$ 43,46 per barel. Di sesi sebelumnya, Brent turun 0,4%.

Setali tiga uang, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 2 sen ke US$ 41,06 per barel. Padahal di hari sebelumnya, harga minyak WTI anjlok 1,4%. 

Seperti diketahui, kemarin API merilis data persediaan minyak mentah di AS yang turun 6,8 juta barel menjadi 531 juta barel di pekan lalu.

Angka tersebut jauh lebih baik dari proyeksi para analis yang memperkirakan persediaan minyak AS naik 357.000 barel di pekan yang berakhir pada 24 Juli lalu. Kini pelaku pasar juga menanti data pemerintah Negeri Paman Sam yang akan rilis pada hari ini. 

“Untuk sementara waktu hal ini dapat meredakan beberapa kekhawatiran tentang tekanan permintaan yang berkelanjutan,” kata Stephen Innes, Chief Global Markets Strategist AxiCorp dalam sebuah catatan.

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda membuat kekhawatiran tentang turunnya permintaan bahan bakar. Hal ini menyebabkan pasar akan kembali kelebihan pasokan karena rekor jumlah infeksi dilaporkan secara global, termasuk AS, konsumen minyak terbesar di dunia kembali cetak rekor.

Terbaru, empat negara bagian AS melaporkan rekor satu hari untuk kematian akibat virus korona pada hari Selasa. Bahkan, kini kasus positif virus corona di Texas sudah melewati angka 400.000.

Upaya untuk memberikan pertolongan di tengah wabah itu berantakan karena Partai Republik tidak setuju atas rencana mereka sendiri untuk menyediakan stimulus sebesar US$ 1 triliun dalam bantuan untuk mengerek ekonomi yang terdampak virus corona. 

Di Hong Kong, pemerintah memperingkatkan masyarakat yang berada di pinggiran kota untuk lebih banyak tinggal di dalam rumah guna menghadang penyebaran virus corona.

Source : kontan.co.id