Harga Minyak Naik Didorong Meningkatnya Prospek Permintaan di AS & Eropa

Harga minyak naik pada Selasa (18/05) pagi di Asia, mendekati level tertinggi dua tahun lantaran negara-negara ekonomi utama seperti AS dan Eropa melanjutkan pemulihan ekonominya dari COVID-19 dan mendorong permintaan bahan bakar, yang mengimbangi penurunan permintaan di beberapa negara Asia akibat terdampak wabah COVID-19 baru-baru ini di benua itu.

Harga minyak Brent naik 0,30% ke $69,67 per barel dan harga minyak WTI naik 0,30% di $66,48 pukul 11.14 menurut data Investing.com.

Cairan hitam telah melonjak lebih dari 35% pada tahun 2021 karena prospek permintaan bahan bakar yang membaik lantaran peluncuran vaksin COVID-19 mendorong pemulihan ekonomi di negara-negara ekonomi utama dan juga meningkatkan mobilitas.

Bandara AS mencatat 1,85 juta penumpang pesawat pada hari Minggu, jumlah tertinggi sejak awal COVID-19 pada awal Maret 2020 silam, menurut data Badan Keamanan Transportasi AS. Ini menunjukkan kebangkitan perjalanan domestik yang akan meningkatkan permintaan bahan bakar.

Di Eropa, Inggris membuka kembali bisnis dan selanjutnya mengurangi penguncian COVID-19 selama empat bulan. Prancis dan Spanyol telah melonggarkan pembatasan sementara Portugal dan Belanda telah membuka sektor perjalanannya.

Namun, investor tetap khawatir tentang wabah baru COVID-19 di beberapa negara Asia, termasuk Taiwan dan Singapura.

Jumlah kasus COVID-19 di India, negara importir minyak terbesar ketiga di dunia, mendekati 25 juta pada 18 Mei, menurut data Universitas Johns Hopkins. Data awal menunjukkan penjualan domestik bensin dan solar India oleh penyuling negara bagian turun sebesar 20% pada paruh pertama Mei dari bulan sebelumnya.

“Pasar tetap dalam kisaran perdagangan yang ketat di tengah tarik-menarik antara kekhawatiran penyebaran kasus infeksi COVID-19 di Asia dan optimisme dari pembukaan kembali ekonomi di Eropa dan AS berkat vaksinasi,” Hiroyuki Kikukawa, manajer umum riset di Nissan Securities, kepada Reuters.

Perundingan antara AS dan Iran untuk memulihkan kembali kesepakatan nuklir 2015 itu juga sedang berlangsung.

“Beberapa ekspektasi bahwa negosiasi antara Iran dan AS dapat mengarah pada dimulainya kembali ekspor minyak Iran membatasi kenaikan harga minyak,” tambah Kikukawa.

Investor sekarang menunggu data pasokan minyak mentah AS dari American Petroleum Institute (API), akan dirilis pada sesi hari ini.

Source : id.investing.com