Harga Minyak Naik Jelang Rapat OPEC Bahas Produksi Minggu Ini

Harga minyak naik pada Selasa (30/03) pagi. Tetapi volatilitas pasar komoditas ini selama dua minggu terakhir sepertinya tidak akan hilang setidaknya sampai akhir pertemuan OPEC+ minggu ini.

Diperdagangkan di New York, harga minyak West Texas Intermediate, patokan untuk minyak mentah AS, beranjak naik 0,44% ke $61,83 per barel menurut data Investing.com pukul 09.28 WIB pagi ini dan sempat ditutup menguat pada sesi sebelumnya.

Adapun harga minyak Brent diperdagangkan di London, patokan global untuk minyak mentah, juga naik 0,45% ke $65,21 per barel.

Minyak berhasil ditutup naik meskipun sempat jatuh pada hari sebelumnya di tengah berita Ever Given, kapal kontainer yang memblokir Terusan Suez selama seminggu terakhir, telah dibebaskan, memastikan jalur lintas akhirnya bisa kembali normal untuk pengiriman minyak mentah global.

“Harga minyak mentah akan berkonsolidasi menjelang pertemuan OPEC+ tetapi bisa turun jika tren kuat dolar berlanjut,” ujar Ed Moya, analis pasar senior di OANDA New York.

Sejak April, 23 negara OPEC+ telah menahan pasokan antara 7 juta hingga 9 juta barel per hari dari pasar.

Pemotongan tersebut membantu WTI naik dari sedikit di bawah $36 per barel pada 30 Oktober hingga mencapai nyaris di bawah $68 pada 8 Maret. Brent naik dari bawah level $38 menjadi sedikit di atas $71 pada rentang yang sama. Namun selama dua minggu terakhir, dua tolok ukur telah kehilangan nilainya sekitar 10% dari level tertinggi tersebut.

Komponen paling penting dari pemotongan OPEC+ adalah porsi Saudi – yang menyumbang antara 1 juta dan 2 juta barel per hari sejak April.

Pada bulan Januari, ketika tren bearish minyak berspekulasi pada aliansi untuk menaikkan produksi di tengah menguatnya tanda-tanda pemulihan permintaan, Saudi menurunkan produksi dua kali lipat dengan tambahan pemotongan satu juta barel untuk Februari dan Maret, mengirimkan harga minyak mentah melonjak. Menteri Perminyakan Arab Saudi Abdulaziz bin Salman telah menyatakan saat itu ia akan membuat hidup “neraka” bagi short seller minyak.

Ketika OPEC+ bertemu lagi awal bulan ini untuk memutuskan tingkat produksi April, Saudi kembali mengumumkan pemotongan 1 juta barel untuk bulan depan alih-alih mendorong kenaikan produksi. Perbedaannya, bagaimanapun, adalah nada Menteri Perminyakan Abdulaziz, yang tampaknya benar-benar khawatir dengan permintaan.

Dalam pertemuan minggu ini untuk kuota Mei, Saudi kemungkinan akan mencoba dan menekan output lagi.

Tetapi beberapa trader berpikir kerajaan Saudi akan memiliki fleksibilitas terbatas dalam mengejutkan pasar.

Source : id.investing.com